ISTANA NETIZEN.COM, FLORES — Suara dari lokasi bencana terus menggema di ruang sidang. Yunus Takandewa, Anggota Fraksi DPRD Provinsi NTT sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi NTT, mendesak agar penanganan pasca Gempa Flores 15 Agustus 2026 mengutamakan kebutuhan warga yang masih bertahan di tenda pengungsian.

Desakan itu ia sampaikan melalui akun Facebook pribadinya, Senin 7 September 2026, usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Provinsi NTT.
“Banyak Masukan dari Warga Bencana”
Dalam unggahannya, Yunus menulis:
_”Setelah sekian lama berada di lokasi bencana. Siang tadi usai Sidang Paripurna teman2 media langsung meminta pernyataan seputar penanganan Gempa Flores. Banyak masukan agar penanganan pasca bencana mengutamakan kebutuhan warga yang kini masih berada di tenda pengungsian.”_
Foto yang diunggah memperlihatkan Yunus Takandewa dikerumuni awak media. Ia tampak memberikan keterangan pers seusai sidang, dengan latar belakang pejabat dan tamu undangan lainnya.
Fokus: Air Bersih, Sekolah, dan Hunian Sementara
Sebagai Ketua DPD PDIP NTT yang juga baru turun ke lapangan, Yunus menyerap langsung keluhan warga. Hingga awal September 2026, ribuan warga di 7 kabupaten terdampak gempa di Flores masih tinggal di tenda darurat.
Tujuh dari delapan kabupaten di Flores itu: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka, minus Flores Timur.
Kebutuhan paling mendesak saat ini: air bersih, MCK layak, sekolah darurat, dan hunian sementara. Termasuk juga proses belajar mengajar seperti yang terjadi di SDK Puing Desa Waka, Kec. Pacar, Manggarai Barat.
Catatan Redaksi
Tagar #lekaspulihflores yang digaungkan Yunus menjadi seruan bersama. Pemulihan Flores tidak bisa ditunda. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus bersinergi agar warga segera kembali ke kehidupan normal dengan tempat tinggal yang layak.***
Penulis / Reporter: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor: AJ










