ISTANA NETIZEN.COM, MAUMERE — Hari pertama ngantor di Flores, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena` langsung tancap gas.
Senin malam, 7 September 2026, ia menggelar Rapat Koordinasi khusus Lewotobi bersama Pemkab Flores Timur di Kantor Bank NTT Cabang Sikka, Jalan El Tari, Maumere.
Informasi ini disampaikan melalui rilis resmi di akun Facebook Gubernur NTT pada 7 September 2026.

Fokus rapat: percepatan Hunian Tetap (Huntap) untuk 2.310 KK korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sejak Desember 2024` di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Flores Timur Ignatius Boli Uran beserta jajaran Pemkab Flotim. Dari Pemprov NTT turut hadir Kadis PUPR Benyamin Nahak, Kadis Pertanian Joaz Bily Oemboe Wanda, Kepala Biro Perekonomian Selfi H. Nange, Plt. Kepala Bapperida Theresia Maria Florensia dan OPD terkait lainnya.
3 Lokasi Huntap Dikebut: Kuhe, Todo, Walang
Pembangunan Huntap lewat skema relokasi terpadu direncanakan di 3 lokasi Kecamatan Titehena` dengan total luas 52,98 hektare.
1. Kuhe, Desa Konga – 5 Ha
Ini lokasi paling maju. Pemkab Flotim sudah selesaikan pembayaran ganti rugi. Tahap selanjutnya sertifikasi tanah. Target: 244 unit rumah dibangun tahun ini.
2. Todo, Desa Lewolaga – 25,98 Ha
Sudah tahap identifikasi, inventarisasi dan pengumuman. Selanjutnya masuk penilaian ganti kerugian.
3. Walang, Desa Lewolaga – 22 Ha
Masih tahap persiapan administrasi pertanahan.
Gubernur Melki menekankan agar birokrasi tanah tidak menghambat.
_”Ini kita harus kerja cepat. Dari sisi pertanahan harus segera diselesaikan, karena pembangunan rumah dan fasilitas pendukungnya tidak boleh terus tertahan oleh persoalan administrasi,”_ tegas Gubernur.
Huntap = Membangun Kehidupan Baru, Bukan Cuma Tembok
Gubernur menegaskan Huntap harus jadi kawasan kehidupan baru yang lengkap: jalan, air bersih, sanitasi, sekolah, puskesmas, rumah ibadah, dan mata pencaharian.
_”Kita tidak boleh hanya fokus membangun rumah. Setelah masyarakat pindah, mereka harus bisa hidup dengan baik. Karena itu pendidikan, kesehatan, air bersih, jalan dan mata pencaharian harus dipikirkan sejak awal,”_ ujar Gubernur Melki.
Pemprov juga meminta Pemkab segera mendata kebutuhan jalan, jembatan, irigasi, embung, dan sumber air bersih untuk dikoordinasikan ke Pemerintah Pusat.
Pendidikan Gratis & Antisipasi Musim Hujan
Pemprov NTT telah keluarkan kebijakan pembebasan iuran SMA/SMK negeri bagi siswa penyintas Lewotobi. Kebijakan ini sesuai Pergub NTT No.53 Tahun 2025 tentang subsidi silang dan pembebasan biaya bagi korban bencana.
Namun sejumlah fasilitas pendidikan masih rusak dan butuh rehabilitasi.
Menjelang musim hujan, Wakil Bupati Flores Timur Ignatius Boli Uran menyampaikan perlunya mitigasi banjir dan lahar dingin untuk warga di hunian sementara.
Pemulihan Ekonomi & Relokasi Mandiri
Sebagian besar warga terdampak adalah petani. Pemprov akan dorong bantuan pertanian, sewa lahan, dan pengembangan UMKM.
Perhatian khusus juga diberikan kepada perempuan kepala keluarga dan kelompok rentan.
Untuk skema relokasi mandiri, Tahap I sudah bangun 8 unit. 3 unit selesai 100%, 5 unit masih proses.
Penutup Rapat: Jangan Biarkan Warga Lama dalam Ketidakpastian
Wabup Ignatius Boli Uran menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur dan jajaran Pemprov NTT.
Menutup rapat, Gubernur Melki menegaskan:
_”Kita harus pastikan masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Kita percepat Huntapnya, kita siapkan fasilitasnya, dan yang paling penting, kita bantu masyarakat untuk kembali membangun kehidupannya.”_
_”Mereka harus benar-benar memiliki kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru dan lebih baik. Karena itu, semua sektor harus bergerak bersama,”_ pungkasnya.
Rakor ini menjadi langkah awal rangkaian kegiatan Gubernur NTT berkantor di Pulau Flores selama sepekan.***
Penulis / Reporter : Tim Redaksi IstanaNetizen.com
Editor: AJ










