ISTANA NETIZEN.COM, MANGGARAI BARAT — 23 hari pasca Gempa Flores 15 Agustus 2026, semangat belajar di SDK Pacar, Desa Pacar, Kecamatan Pacar tidak padam.
Senin, 8 September 2026, lebih dari 200 orang tua siswa turun gunung. Mereka bergotong royong mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar baru menggantikan kelas yang rusak akibat gempa.
Informasi kegiatan ini diterima Redaksi http://IstanaNetizen.com dari Ferdy Ngandeng, Kepala SDK Pacar, Selasa siang 8 September 2026.
“Pendidikan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama”
Sebagai Kepala Sekolah, Ferdy Ngandeng mengaku bangga melihat antusiasme warga.

_”Hari ini terasa begitu indah dan penuh semangat. Berkat kebersamaan kita hari ini, pembangunan tenda darurat telah selesai dengan baik. Semangat inilah yang menunjukkan: pendidikan anak adalah tanggung jawab kita bersama,”_ ujarnya.
Kerusakan pada sebagian ruang kelas SDK Pacar akibat gempa memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan. Tenda darurat ini menjadi solusi agar anak-anak tetap bisa belajar dengan aman.
Pengawas: “Tidak Ada Lagi Siswa Takut Reruntuhan”
Kegiatan ini juga dihadiri Pengawas Pembina, Rosalia Harlina. Ia memberikan apresiasi dan dukungan langsung kepada sekolah dan orang tua.

_”Pembangunan tenda ini sangat penting agar pembelajaran berjalan dengan aman dan tenang. Tidak ada lagi siswa yang merasa takut terhadap sisa reruntuhan gedung, maupun harus berlarian keluar karena khawatir,”_ kata Rosalia Harlina.
Pernyataan itu menjadi penegas bahwa aspek psikologis dan keselamatan siswa jadi prioritas utama di masa tanggap darurat.
Dukungan Penuh Orang Tua
Semangat gotong royong orang tua juga mendapat sambutan positif.
Paskalis Ali, salah satu orang tua siswa, menyampaikan dukungannya.
_”Kami sangat senang dan mendukung program ini sepenuhnya, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan anak-anak kami belajar,”_ ungkapnya.
Catatan Redaksi
Potret dari SDK Pacar ini menambah daftar panjang ketangguhan pendidikan FLORES di tengah bencana. Ketika gedung rusak, warga memilih bergerak. Ketika negara belum sampai, komunitas lebih dulu hadir.
Dengan tenda darurat yang kini berdiri, diharapkan proses belajar mengajar di SDK Pacar bisa kembali normal dan anak-anak Flores tetap punya masa depan.***
Penulis / Reporter : Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor: AJ










