ISTANA NETIZEN.com, Jakarta — Dalam catatan sejarah, Ir. Soekarno memiliki 9 orang istri.
Di antara mereka, ada 2 perempuan asal Jepang yang namanya melekat: Dewi Fujin dan Saliku Maesaroh.
Kisah cinta lintas negara ini menjadi bagian unik dari perjalanan hidup Bung Karno sekaligus jembatan persahabatan Indonesia-Jepang.

1. DEWI FUJIN – RATNA SARI DEWI SOEKARNO
Nama inilah yang paling dikenal publik hingga kini.
– Nama asli: Naoko Nemoto 根本 七保子
– Lahir: 6 Februari 1940, Tokyo, Jepang
– Nama di Jepang: Dewi Fujin デヴィ夫人 – secara harfiah “Nyonya Dewi”
– Menikah dengan Soekarno: 1962
Awal Pertemuan
Usia 19 tahun, Naoko bertemu Soekarno yang berusia 57 tahun saat kunjungan kenegaraan di Jepang. Pesona Bung Karno membuat keduanya dekat. Tak lama, Soekarno mengundang Naoko ke Indonesia.
Setelah menikah, Soekarno memberinya nama Indonesia Ratna Sari Dewi. Dari pernikahan ini lahir putri Kartika Sari Dewi Soekarno.
Ratna Sari Dewi mendampingi Soekarno sebagai Ibu Negara hingga 1967. Setelah Soekarno wafat 1970, ia tinggal di Swiss, Prancis, dan AS, sebelum akhirnya menetap di Tokyo sejak 2008.
Kini di usia senja, “Madame Dewi” aktif sebagai pengusaha perhiasan, tokoh TV, dan sering jadi juri kontes kecantikan. Ia menjadi simbol hidup persahabatan Indonesia-Jepang.
2. SALIKU MAESAROH – SAKIKO KANASE
Sosok ini jarang disebut, padahal merupakan istri ke-5 Soekarno.
– Nama asli: Sakiko Kanase
– Lahir: 1935
– Nama setelah Islam: Saliku Maesaroh
– Menikah dengan Soekarno: 1958
– Wafat: 3 Oktober 1959, Jakarta
Awal Pertemuan
Sakiko adalah model dan hostes di Kyoto. Ia diperkenalkan kepada Soekarno lewat perusahaan Kinoshita Sansho.
Pernikahan digelar di Hotel Daiichi, Ginza, Jepang tahun 1958. Setelah itu Sakiko dibawa ke Jakarta dan tinggal di rumah Menteng.
Ia menjadi mualaf dan diberi nama Saliku Maesaroh langsung oleh Soekarno. Di Jakarta ia juga mengajar privat dan dipanggil “Bu Guru Basuki”.
Sayangnya kisah ini berakhir pilu. Pada Oktober 1959 Saliku Maesaroh meninggal dunia karena bunuh diri.
MAKNA DIBALIK CINTA LINTAS NEGARA
Dua perempuan Jepang ini punya peran berbeda.
Saliku Maesaroh menemani Soekarno di masa awal-awal kemerdekaan yang penuh gejolak.
Sementara Ratna Sari Dewi mendampingi Soekarno di masa akhir kekuasaan dan terus membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Kisah mereka membuktikan bahwa politik dan cinta bisa berjalan beriringan. Dan dari “Negeri Sakura”, Indonesia mendapatkan dua sosok yang turut mewarnai sejarah Istana.
Sumber: Wikipedia, Arsip Nasional RI, Biografi Soekarno, Catatan Keluarga
Reporter: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
_Jakarta, 8 Agustus 2026_
Editor : AJ










