ISTANA NETIZEN.com, Manggarai Barat – Saat jalan rusak biasanya menunggu proyek pemerintah. Tapi tidak di Boleng.
Minggu pagi 9 Agustus 2026, ruas Jalan Trans Kabupaten yang menghubungkan Desa Golo Sepang dan Desa Persiapan Satar Terang justru berubah jadi “kelas” gotong royong terbuka.
Di bawah terik, Serka Umran Babinsa Desa Golo Sepang dari Koramil 1630-01/Komodo, turun langsung bersama warga. Sasarannya: plat beton deker jembatan kecil yang amblas.
Dari Kerusakan Menjadi Pelajaran Kebersamaan
Deker itu rusak bukan tanpa sebab. Gerusan air hujan, drainase mampet, usia struktur, ditambah beban kendaraan harian membuatnya tak layak dilintas.
Alih-alih menunggu, Serka Umran mengajak warga bergerak. Swadaya. Alat seadanya. Tenaga dikerahkan bersama.
Yang menarik, aksi ini bukan hanya urusan warga. Dua guru SMA Muhammadiyah Boleng dan lima warga setempat ikut angkat semen dan perbaiki plat.
Bagi Serka Umran, ini lebih dari sekadar memperbaiki jalan.
“Kalau kita tunggu, akses makin parah. Tapi kalau kita mulai bareng-bareng, yang berat jadi ringan. Ini bukti kepedulian itu nyata kalau dikerjakan bersama,” katanya di sela kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA.
TNI Hadir Bukan Hanya Saat Upacara
Karya bakti ini memperlihatkan wajah lain TNI di wilayah. Bukan hanya pengamanan. Tapi hadir saat jalan berlubang, saat jembatan rusak, saat warga butuh solusi cepat.
Di Boleng, Babinsa memilih jadi penggerak. Mengumpulkan orang, memimpin kerja, dan memastikan akses warga kembali aman.
Pesan di Balik Semen dan Palu
Perbaikan deker hari itu mengirim pesan sederhana: fasilitas umum bukan hanya urusan pemerintah.
Butuh mata yang peduli, tangan yang mau bergerak, dan semangat yang tidak menunggu.
Dari kerusakan kecil, lahir semangat besar. Dari jalan penghubung dua desa, lahir contoh kemanunggalan TNI dan rakyat yang masih hidup di Manggarai Barat.***
Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen
Editor : AJ











