ISTANA NETIZEN.com, MANGGARAI TIMUR – Kontras. Di hari yang sama, Jumat 21/8/2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menembus medan sulit naik motor ke Kampung Waso. Sementara Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, justru sangat beraniĀ protes keras karena bantuan yang datang ke wilayahnya minim.
Gempa Flores M7,7 pada 15/8/2026 menghantam Manggarai Timur. Data resmi: 24 orang meninggal, 19.803 jiwa mengungsi, 9.647 rumah rusak parah, 1.034 fasilitas umum rusak.
WAPRES: SAYA LIHAT LANGSUNG
Karena jalan rusak, Wapres Gibran memilih sepeda motor untuk menjangkau Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Tujuannya satu: melihat langsung dan memastikan kebutuhan dasar warga diketahui pemerintah.
Di posko pengungsian, Wapres berdialog dengan warga. Salah satunya Ibu Aisyah.

“Sudah didata?” tanya Gibran.
“Sudah,” jawab Aisyah.
“Tinggal di posko dulu sementara, ya, Bu,” pinta Wapres, dilansir Media Sulih Timur .id, Jumat 21 Agustus 2026.
Wapres lalu memerintahkan percepatan penanganan. Rumah Sakit Darurat harus segera disiapkan. Perbaikan irigasi, rumah ibadah, dan sekolah yang rusak juga harus “dibangun dari nol”.
CAMAT: KAMI JUGA KORBAN, DATA TIDAK SESUAI
Namun di posko kecamatan yang jaraknya tidak jauh, Camat Agus Supratman justru terlibat adu mulut dengan petugas BNPB pusat.
Ia membongkar data bantuan yang benar-benar diterima hingga hari ini:
300 tas paket Inpres untuk 11 desa.
Isi per tas: 1 kg gula, 1 kotak daun teh, 1 kotak susu Indomilk, 2 bungkus margarin, 350 gram kopi Kapal Api, ±2 kg beras Boneka Sawah, 1 kaleng ikan sarden.
Logistik non-pangan:
– Selimut: 3.375 lembar
– Matras: 1.250 lembar
– Tenda Keluarga: 20 buah
– Air Mineral: 20 dos
– Hygiene Kit: 50 buah
Artinya, rata-rata 1 desa hanya kebagian 27 tas.
Ketegangan memuncak saat petugas BNPB mendesak Camat tanda tangan Berita Acara. Agus menolak.
“Saya tidak mau tanda tangan. Fisik barang di posko jauh lebih sedikit dari yang tertera di atas kertas. Kami di sini juga korban,” tegasnya.
HARAPANNYA: TINDAKAN, BUKAN HANYA KUNJUNGAN
Kehadiran Wapres ke Kampung Waso menegaskan negara hadir. Tapi Camat Agus berharap semangat itu juga sampai ke distribusi logistik.
19 ribu pengungsi butuh lebih dari 300 tas dan 20 tenda. Mereka butuh RS Darurat, sekolah, irigasi, dan sembako yang cukup.
“Jangan sampai kunjungan bagus di atas, tapi bantuan seret di bawah,” kata seorang relawan di posko.
Hingga berita ini diterbitkan, BNPB belum memberikan klarifikasi terkait perbedaan data di Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.***
Penulis: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor : AJ











