ISTANA NETIZEN.com, LABUAN BAJO – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri. Cara kerja Pemkab Mabar dalam menangani bencana gempa disebut “bukan kaleng-kaleng” karena tertib data dan transparan.

Hal itu disampaikan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat Sidang Paripurna ke-17 DPRD Mabar, Senin (24/8/2026) malam.
Rekonstruksi Tunggu Usai Tanggap Darurat 14 Hari
Bupati Edi menegaskan, tahap rekonstruksi rumah korban dan fasilitas publik baru akan dimulai setelah masa tanggap darurat 14 hari selesai.
“Yang disebut tanggap darurat dalam kurun waktu 14 hari, bagaimana kita memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak: makan, minum, obat-obatan. Terkait dengan rekonstruksi itu setelah tanggap darurat,” tegas Bupati.
Verifikasi Data Sudah Jalan, Bisa Dimonitor Publik
Meski aturan menyebutkan verifikasi dimulai tanggal 28, Pemda Mabar sudah lebih dulu menurunkan personel.
Tim terdiri dari Penyuluh KB, Penyuluh Pertanian, dan OPD terkait. Mereka bertugas mendata kerusakan dengan sistem online, open camera, dan titik koordinat.
“Data dari mereka sangat membantu kita dan pemerintah pusat untuk menetapkan langkah dan besarannya. Semua orang, termasuk aparat penegak hukum, bisa memonitor dari titik koordinat yang akan kita akses di web yang sudah kita siapkan,” jelas Bupati.
Anggaran 32,5 Miliar Siap Digunakan
Bupati merinci, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp 12,5 miliar untuk tanggap darurat dan Rp 20 miliar untuk rekonstruksi.
“Jika tersisa dari penanganan tanggap darurat, maka dimungkinkan digunakan untuk alokasi rekonstruksi rumah masyarakat sesuai aturan. Kalau pemerintah pusat tidak ikut mengambil bagian, maka tidak ada pilihan. Untuk bencana, kita bisa lakukan pergeseran lagi dari belanja-belanja yang sudah teralokasi,” ujarnya.
Pesan Bupati: Stop Saling Mencela
Bupati mengapresiasi kerja cepat seluruh jajaran, dari Sekda hingga tingkat desa. Ia juga menitip pesan moral ke camat, kades, dan lurah.
“Stop saling mencela. Karena dengan saling mencela, energi positif akan didominasi energi negatif. Dan kalau energi negatif lebih besar, maka tidak akan ada yang menangani bencana,” pesannya.
MEDIA ISTANA http://NETIZEN.COM
Reporter: Tim Redaksi
Editor: AJ










