ISTANA NETIZEN.COM — Sabtu 12 September 2026. Hari ini status Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores 7,7 SR` pada Sabtu 15 Agustus 2026 resmi berakhir.

Tenda logistik dibongkar. Dapur umum ditutup. Tim relawan mulai pamit.
Tapi bagi warga Flores, khususnya di 7 Kabupaten terdampak: Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat, ini bukan akhir cerita. Ini baru babak baru yang lebih panjang dan lebih berat.
1. YANG SUDAH KITA LEWATI BERSAMA
Selama masa darurat, kita lihat Flores menunjukkan wajah terbaiknya.
Gotong royong di Kec. Pacar. Dapur umum di Ngada. Tenda darurat di halaman SD dan Puskesmas.
BNPB, TNI-Polri, Pemprov NTT, Pemkab dan relawan bahu-membahu.
Data terakhir dari Mabar saja sudah 13.296 rumah rusak. Belum termasuk 72 sekolah, 20 Puskesmas, 52 tempat ibadah.
Angka itu mewakili luka Flores secara keseluruhan.
2. TANTANGAN SETELAH TANGGAP DARURAT
Menutup status darurat bukan berarti masalah selesai. Justru 3 ujian besar menanti:
1. Rumah: Aturan BNPB jelas. Yang rusak <20% tidak masuk bantuan pusat. Lalu bagaimana dengan 58,6% rumah di Mabar yang “tidak sesuai klasifikasi”? Siapa yang jamin mereka tidak tertinggal?
2. Sekolah: Anak-anak Flores tidak bisa terus belajar di tenda dan terpal. 256 ruang kelas rusak harus segera ada penggantinya. Jangan sampai 1 generasi tertinggal karena bencana.
3. Kepercayaan: Warga butuh kepastian. Kapan rumahnya dibangun? Kapan dananya cair? Kapan bisa tidur nyenyak lagi di dalam rumah, bukan di halaman?
3. PESAN EDITORIAL KEPADA PEMERINTAH
Kepada Gubernur Melki Laka Lena, Bupati/Wabup se-Flores, dan seluruh jajaran:
Jangan biarkan semangat 12 September ini padam setelah 1 bulan.
Transparansi data, percepatan rehab, dan keadilan distribusi adalah 3 kunci. Awasi agar tidak ada bantuan nyasar atau proyek asal jadi.
Khusus untuk warga dengan kerusakan ringan, Pemda harus hadir. Karena bagi mereka, retak 15% itu tetap berarti hujan masuk dan anak ketakutan.
PENUTUP
Flores kuat. Buktinya sudah kita lihat selama masa darurat.
Sekarang giliran negara membuktikan hadir dengan aksi nyata: semen, seng, kayu, dan sekolah.
Tanggap darurat boleh berakhir tanggal 12 September 2026. Tapi komitmen untuk membangun kembali Flores, jangan pernah berakhir.***
Penulis / Reporter :
Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor : AJ









