ISTANA NETIZEN.COM, LABUAN BAJO — Di ruang rapat terakhirnya, Jumat, 11 September 2026, selama berkantor di Flores, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena tidak bicara basa-basi.
Di hadapan Wabup Mabar dr. Yulianus Weng`, Forkopimda, dan seluruh OPD, ia bilang: Gempa 7,7 SR ini harus kita jadikan alarm. Jangan sampai kita bangun lagi rumah dan jalan yang sama rapuhnya.
Rapat Konsolidasi Percepatan Penanganan Gempa Flores di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat ini jadi penutup rangkaian konsolidasi Gubernur di 7 kabupaten terdampak.
3 PERINTAH GUBERNUR SEBELUM MASUK REHABILITASI
Gubernur garis bawahi 3 hal yang wajib beres sekarang juga:
1. Tuntaskan Tanggap Darurat: Apa yang masih kurang, sempurnakan hari ini. Jangan bawa masalah ke masa transisi.
2. Satukan Data: Data rumah rusak, sekolah, Puskesmas harus 1 pintu. Kabupaten – Provinsi – Pusat angkanya wajib sama.
Ia beri jempol ke Mabar yang sudah berani uji publik data 13.296 rumah rusak. “Validitasnya harus kita pastikan betul,” tegas Melki.
3. Hidupkan Ekonomi: Sambil bangun rumah, warga juga harus makan. Sawah, laut, dan UMKM tidak boleh mati.
“R3P ITU BUKU SUCINYA KITA”
Kalimat ini yang paling banyak disorot.
Gubernur menyebut Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana atau R3P sebagai buku suci penanganan pascagempa Flores.
“R3P itu buku sucinya kita untuk urusan penanganan bencana Flores ini,” ujarnya.
Artinya sederhana: R3P bukan dokumen pajangan. Ini peta jalan. Di dalamnya harus ada: mau bangun apa, di mana, dengan standar tahan gempa seperti apa. Semua usulan dari Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Matim, Manggarai, Mabar wajib masuk dulu ke sini sebelum ke Jakarta.
ADA Rp1,7 TRILIUN MENANTI DI PINTU
Gubernur melihat perhatian besar pemerintah pusat` sebagai momentum emas.
Contohnya: wacana dukungan Rp1,7 Triliun untuk Jalan Pantura Flores.

” Momentum gempa Flores ini harus kita gunakan untuk membangun Flores lebih baik lagi ,” kata Melki.
Kuncinya: bangun infrastruktur yang lebih kuat dan konektivitas antar 7 kabupaten makin lancar.
LANGKAH NYATA: DARI BENIH SAMPAI KUR
Pemprov NTT tidak mau nunggu. Yang sudah jalan:
– Pertanian: Bantuan benih padi, jagung, horti + alat pascapanen + perbaikan irigasi
– Nelayan: Pendataan untuk bantuan pemulihan
– UMKM: Koordinasi dengan BI, OJK, Bank` untuk relaksasi KUR
– Pajak: Diskon PKB 75% untuk wilayah terdampak, 50% untuk lainnya + bebas denda
LAPORAN DARI MABAR
Wabup dr. Yulianus Weng laporkan masa tanggap darurat Mabar resmi berakhir 11/09/2026. Pemkab pakai kendaraan dinas untuk distribusi logistik dan libatkan PPL + PKB agar data valid.
” Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas arahan dan dukungan,” ucap Wabup.
CATATAN REDAKSI ISTANA NETIZEN
Alarm sudah bunyi. Uang ada. Kompas R3P sudah ada.
Sekarang tinggal 1: Eksekusi.
Jangan sampai 2 tahun lagi kita kumpul di tempat yang sama karena rumah bantuan retak lagi.
Gempa boleh merobohkan rumah. Tapi jangan biarkan ia merobohkan harapan kita untuk Flores yang lebih tangguh.***
Reporter: Tim http://IstanaNetizen.com
Editor : AJ











