ISTANANETIZEN.COM, ENDE — Sabtu, 13 September 2026.
Hari ini hampir genap 1 bulan sejak gempa bumi Flores 15 Agustus 2026. Dari tenda pengungsian hingga reruntuhan rumah, warga Flores kini memasuki fase
transisi dan pemulihan.

Di tengah situasi ini, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende mengeluarkan Surat Gembala tertanggal 12 September 2026. Surat ini dibacakan bertepatan Pesta Pemuliaan Salib Suci, 14 September 2026.
“MENCARI WAJAH TUHAN” DI TENGAH RERUNTUHAN
Bapa Uskup mengajak umat merenungkan: di mana wajah Tuhan saat bencana?
“Wajah Tuhan tampak pada wajah para penderita. Tuhan menunjukkan wajah-Nya dalam diri saudara/i kita yang meratapi kehilangan keluarga… Dia hadir dalam mereka yang mengungsi bersama di tenda-tenda penampungan umum” tulis Uskup.
Namun wajah Tuhan juga tampak pada wajah para penolong: relawan, pemerintah, Caritas, dan warga yang saling menguatkan.
“Tuhan yang memikul salib bersama kita adalah juga Allah yang membangkitkan harapan, menyembuhkan luka, dan memulihkan daya juang kita”
Uskup menegaskan: Bencana gempa bukanlah hukuman Tuhan. Ini panggilan agar Gereja semakin kenosis – berani mengosongkan diri untuk melayani yang miskin dan menderita.
4 ARAHAN KONKRET GEREJA PASCAGEMPA
Agar pemulihan berjalan tertib, Uskup memberi 4 penekanan bagi seluruh Keuskupan Agung Ende:
1. Perayaan Liturgi
Ekaristi dan sakramen diadakan di tempat yang aman. Pastor paroki/kuasi paroki menentukan lokasi yang tepat.
2. Penyaluran Bantuan: Adil, Jujur, Transparan
Prioritas untuk yang paling membutuhkan. Uskup mengingatkan agar tidak terjadi bencana sosial berupa perpecahan karena pembagian bantuan.
3. Penyederhanaan Pesta
Permandian, komuni pertama, pernikahan, tahbisan, HUT Paroki disederhanakan atau ditiadakan sementara. Ini tanda bela rasa dengan saudara yang masih berjuang pulih.
4. Tahapan Pemulihan
Sesuai UU No.24/2007 pemerintah penanggung jawab utama. Gereja ikut dalam: pendampingan pastoral & trauma healing, pemulihan ekonomi, dan perbaikan rumah & fasilitas umum.
Pembangunan gereja ke depan harus lebih aman, layak, sederhana, belajar dari pengalaman gempa.
APRESIASI & GARIS WAKTU 1 BULAN
Sabtu 15 Agustus 2026: Gempa Flores terjadi.
Minggu 1-3 di: Fase tanggap darurat. Bantuan logistik, kesehatan, dan dapur umum dari Pemerintah, TNI-Polri, Tim Tanggap Darurat Keuskupan Agung Ende di bawah Romo Reginald Piperno Bego, Caritas Indonesia, dan relawan.
12 September 2026 : Surat Gembala resmi dikeluarkan.
13 September 2026 : Masuk masa transisi menuju pemulihan jangka panjang.
Uskup menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Tim Tanggap Darurat akan terus bekerja sampai terbentuk Tim Pemulihan Pascagempa Bumi Flores Keuskupan Agung Ende.
CATATAN REDAKSI ISTANANETIZEN
Hampir sebulan pascagempa, pelajarannya jelas: bangunan bisa runtuh, tapi solidaritas tidak.
Tantangan terbesar sekarang bukan hanya membangun rumah, tapi membangun kepercayaan, keadilan, dan harapan.
Pesan Uskup Agung Ende mengingatkan kita semua: bangkit itu tidak sendiri-sendiri, tapi bersama. Dengan kesederhanaan, kerendahan hati, dan keberanian.
ISTANA NETIZEN.COM mengajak kita terus mendoakan dan mengawal pemulihan Flores agar berjalan adil dan manusiawi.***
Reporter: Tim Redaksi ISTANA NETIZEN.COM
Editor: AJ











