• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

Istana Netizen by Istana Netizen
September 12, 2026
in BERITA, NASIONAL, OPINI
0
KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA
0
SHARES
61
VIEWS

ISTANA NETIZEN.COM — Satu kalimat dari Pramoedya Ananta Toer kembali viral dan mengusik ruang publik pada Sabtu, 12 September 2026. Kalimat sederhana, tapi membelah cara kita melihat politik dan kekuasaan.

BACAJUGA

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

“Jika orang kecil melawan, ia disebut pemberontak. Jika penguasa menindas, ia disebut penertiban.”

Di tengah dinamika sosial politik nasional, kutipan ini terasa seperti cermin. Cermin yang memaksa kita jujur: selama relasi kuasa masih timpang, standar ganda akan terus hidup.

1. BAHASA SEBAGAI ALAT KUASA

Pram tidak sedang bicara tentang kata. Dia sedang bicara tentang siapa yang punya kuasa menamai.

“Melawan” dari rakyat kecil langsung diberi stempel negatif: pemberontak, perusuh, pengacau.
Sementara “menindas” dari penguasa diberi stempel positif: penertiban, penegakan hukum, demi stabilitas.

Di sinilah letak bahayanya. Bahasa dipakai untuk membenarkan yang kuat dan menghukum yang lemah, sebelum peradilan dimulai.

2. STANDAR GANDA YANG MELEMBAGA

Esensi pemikiran Pram ini menunjukkan satu hal: hukum dan narasi tidak pernah netral.

Tindakan yang sama bisa punya 2 nama berbeda. Tergantung siapa yang melakukannya.
Demo menuntut hak = “mengganggu ketertiban”.
Penggusuran paksa = “penertiban kota”.

Selama struktur kuasa tidak seimbang, maka keadilan akan selalu ditafsir oleh pemenang.

3. RELEVANSI DI 2026: KETIKA NARASI LEBIH CEPAT DARI FAKTA

Hari ini di era media sosial, pelabelan terjadi lebih cepat dari tabayyun.
Seseorang bersuara kritis = “buzzer”.
Rakyat menuntut = “ditunggangi”.
Kebijakan keras = “tegas”.

Pram seolah sudah menulis skenario ini 30 tahun lalu. Bahwa pertarungan sesungguhnya bukan hanya di jalanan, tapi di perebutan definisi: siapa yang disebut benar dan siapa yang disebut salah.

CATATAN REDAKSI ISTANA NETIZEN

Gempa boleh mengguncang tembok. Tapi ketimpangan kuasa mengguncang nurani.

Kalimat Pram ini bukan ajakan untuk memberontak. Ini ajakan untuk berpikir.
Untuk bertanya setiap kali kita mendengar berita: Ini penertiban atau penindasan? Ini perlawanan atau pemberontakan?

Selama kita masih menerima label tanpa bertanya siapa yang memberi label, maka lingkaran standar ganda itu tidak akan pernah putus.

Negara yang besar lahir dari rakyat yang berani berpikir, bukan rakyat yang takut diberi nama.***

 

Penulis: Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor: AJ

Tags: `Opini`#Opini #PramoedyaAnantaToer #KutipanPram #KetimpanganKuasa #StandarGanda #PolitikIndonesia #KritikSosial #IstanaNetizen #BeritaNTT #PolaPikirDemokrasi IndonesiaIstanaNetizen`Ketimpangan KuasaKritik SosialKutipan PramPemberontakPenertibanPolitik IndonesiaPramoedya Ananta ToerStandar Ganda
Previous Post

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

Next Post

“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026
Next Post
“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

"JANGAN JALAN DI TEMPAT!" LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In