ISTANA NETIZEN.COM, RUTENG — Minggu, 13 September 2026.
Video rapat koordinasi penanganan Gempa Flores beredar luas dan masuk ke meja redaksi ISTANA NETIZEN.COM.

Dalam video itu Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB menggelar rapat bersama Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit di Posko Bencana Kabupaten Manggarai, Kantor BPBD Kabupaten Manggarai, Ruteng, tidak ditampilkan hari dan tanggal pertemuan di video.
Inti arahannya 1: Percepat pembangunan Huntara. Kemanusiaan tidak bisa menunggu data 100% selesai.
RAPAT KOORDINASI DI KANTOR BPBD MANGGARAI
Rapat evaluasi ini digelar di Posko Tanggap Darurat Kab. Manggarai. Turut hadir jajaran Forkopimda, BPBD, TNI-Polri dan OPD terkait.
Mayjen Budi menyoroti kondisi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian.
“Kalau kami nunggu pendataan kasihan warganya Pak Bupati yang masih tinggal di tenda. Dia akan lebih lama. Enggak manusiawi kalau di tenda lebih dari 1 bulan. Itu sudah enggak manusiawi lagi, enggak sehat,” tegas Deputi BNPB.
TARGET BNPB: 1 HUNTARA SELESAI 3 HARI
Berpengalaman membangun 30 ribu lebih huntara di Aceh, Mayjen Budi menargetkan percepatan.
“Ini bukan hal sulit. Begitu jalan, paling lama 3 hari satu huntara harus selesai. Dengan catatan materialnya sudah ada di tempat,” ujarnya.
Ia juga sudah membawa tim dari luar Flores untuk bantu percepatan di wilayah Manggarai.
HARGA DIKUNCI 30 JUTA, AWASI MATERIAL KAYU
Soal anggaran, harga huntara sudah dikunci BPKP dan BPK di kisaran paling mahal 30 juta.
“Saya mau tanya vendor, mampu nggak dengan harga segitu? Jangan sampai ada yang diakalin,” katanya.
Ia juga mengingatkan Bupati Manggarai soal usulan material kayu.
“Saya ingatkan Pak Bupati. Kayunya carinya di mana? Jangan sampai nanti musim hujan, gundul, longsor. Kita menyelesaikan masalah tapi membuat masalah baru,” warningnya.
CATATAN REDAKSI ISTANA NETIZEN
Pernyataan “tidak manusiawi” adalah bentuk keberpihakan negara ke rakyat.
Di tengah keterbatasan logistik Flores, koordinasi cepat antara BNPB – Pemkab Manggarai adalah kunci. Warga butuh kepastian atap, bukan menunggu administrasi.
Kami dukung penuh langkah cepat BNPB dan Pemkab Manggarai di bawah kepemimpinan Bupati Herybertus. Semoga target 3 hari 1 huntara bisa diwujudkan.***
Reporter: Tim Daerah http://IstanaNetizen.com
Editor: AJ









