ISTANA NETIZEN COM, LABUAN BAJO – Sebelum meminta pendapat 9 Bupati lainnya tentang Calon Ibu Kota Provinsi (IKP) Kepulauan Flores, Bupati Manggarai Barat terlebih dahulu memberikan teladan dengan menyatakan pendapat pribadinya secara sadar dan bertanggungjawab.

Dokumen resmi tersebut tertuang dalam surat BUPATI MANGGARAI BARAT Nomor: Pem 131/736/X/2013 tertanggal Labuan Bajo, 14 September 2013 perihal Pendapat mengenai lokasi calon ibu kota provinsi (ikp) flores, yang ditujukan kepada Pimpinan Organisasi Pengawasan Rakyat (OPR) di Ruteng.
4 POIN PENDAPAT RESMI BUPATI MANGGARAI BARAT:
1. Perjuangan 57 Tahun, Jauh Sebelum NTT Lahir.
Provinsi Flores telah menjadi kehendak kolektif mayoritas masyarakat Flores, Lembata dan Alor sejak 57 tahun silam, jauh sebelum terbentuknya Provinsi NTT tahun 1958. Pertama kali disarankan oleh Partai Katolik Pemenang Pemilu 1955 dalam konvensi di Nele-Sikka Mei 1956, berlanjut Musyawarah 1957 di Ende, Forum 1992 di Ende, KP3-F 1999 di Maumere, JPPFK 2001 Kupang dan 2002 Ende, hingga MUBES Orang Flores Oktober 2003 di Ruteng-Manggarai.
2. Satu-Satunya Kendala Adalah Ibu Kota.
Satu-satunya kendala utama belum terbentuknya Provinsi Flores hingga saat ini ialah belum adanya kesepakatan 10 kabupaten se-Flores, Lembata dan Alor mengenai satu lokasi calon Ibu Kota Provinsi.
3. Mbay Nagekeo Lokasi Paling Tepat.
Bupati Agustinus Ch. Dula menyatakan dengan tegas:
 “Satu-satunya lokasi yang paling tepat untuk menjadi IKP Flores/nama lain dilihat dari multi aspek, antara lain dari sisi letak geografis dan topografis yang berimbang dari sisi jarak tempuh dari ibu kota kabupaten se-Flores, Lembata dan Alor menuju ibu kota provinsi nantinya ialah di Mbay Kabupaten Nagekeo.”
4. Jika Sepakat, Provinsi ke-35 di 2015.
Jika 10 kabupaten bersepakat dalam spirit satu keluarga rumah tangga besar Flores, maka Provinsi Flores akan segera terbentuk menjadi Provinsi Baru ke-35 di Indonesia, selambatnya tahun 2015.
LALU, BAGAIMANA PENDAPAT 9 KABUPATEN LAINNYA?
Inilah pertanyaan besar yang kini menjadi sorotan publik Flores.
Setelah Bupati Manggarai Barat dengan sikap ksatria menunjuk Mbay Nagekeo sebagai lokasi paling ideal dan paling berimbang secara geografis dan topografis, publik tentu menunggu sikap dari para Bupati dan Pimpinan DPRD 9 kabupaten lainnya di Kepulauan Flores.
Apakah senada dengan Pendapat Pribadi Bupati Manggarai Barat yang menunjuk Mbay Nagekeo? Atau berbeda pendapat soal calon Ibukota Provinsi Kepulauan Flores (PKF)? Berapa kabupaten yang sama persis dengan Pendapat Bupati Manggarai Barat dan berapa Bupati dan Pimpinan DPRD yang berbeda pendapat soal calon Ibukota PKF?
Nantikan berita _Istana Netizen Com_ satu-satunya media yang intens publikasi perjuangan aspirasi masyarakat akan NTT MEKAR menuju terbentuknya sejumlah wilayah administratif pemerintahan Provinsi baru dalam lingkup Flobamora!
Redaksi Istana Netizen Com saat ini sedang menghimpun dan mengolah seluruh dokumen resmi tanggapan para Bupati dan Pimpinan DPRD se-Flores, Lembata dan Alor untuk dipublikasikan secara berurutan, jujur dan apa adanya.***
Tim Redaksi: ISTANA NETIZEN COM









