BORONG, Media IstanaNetizen Com – Sabtu, 3 Oktober 2026

Manggarai Timur resmi tinggalkan fase tanggap darurat. Setelah 3 kali perpanjangan status darurat sejak gempa maut M7,7 Flores 15 Agustus 2026, Bupati Manggarai Timur menetapkan Matim masuk Fase Pemulihan (Recovery) lewat SK Bupati Nomor HK/72/Tahun 2026.
Keputusan ini menjadi titik balik kebangkitan Matim setelah data memilukan dirilis Pusat Data Posko Bencana Gempa Flores Matim per 30 September 2026:
53 ORANG DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA akibat gempa M7,7 tersebut. Selain itu tercatat 239 orang luka berat, 404 luka ringan, 10.140 orang masih mengungsi di 12 kecamatan, dan 31.940 unit infrastruktur rusak.
“Angka 53 nyawa melayang ini bukan sekadar statistik. Ini duka mendalam bagi 345.826 jiwa di Matim. Tapi kita harus bangkit,” ujar sumber Prokopim.
Kini fokus Pemda Matim bersama TNI, Polri, BPBD, Nakes, dan relawan adalah memastikan pemulihan total. Bukan hanya fisik, tapi juga sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Data BNPB per 2 Oktober 2026 menyebut Matim mendapat jatah 2.503 unit Hunian Sementara (Huntara) tahap I dan II. Progres saat ini 743 unit sedang dibangun dan 17 unit sudah selesai, dengan target tahap pertama 1.305 unit.
Selain Huntara, kebutuhan dasar pengungsi seperti air bersih, sanitasi, pangan, sandang, dan kesehatan tetap dijamin. Perhatian khusus diberikan kepada 10.025 jiwa kelompok rentan (disabilitas, ODGJ, ibu nifas, bumil, balita, bayi, lansia).
Pemulihan psikososial juga digeber Dinkes, BP2KBP3A, Dinsos, dan Dikbud melalui trauma healing.
Bupati Agas menyampaikan apresiasi: “Kami dapat merasakan bahwa kami tidak sendiri, selalu ada orang-orang baik yang tulus bersama kami. Terima kasih kepada seluruh ASN, tenaga kesehatan, aparat desa dan kecamatan, serta posko-posko. Kita semua terdampak tetapi tugas tetap diemban untuk masyarakat Matim.”
Reporter : Tim IstanaNetizen










