LEMBATA, Media IstanaNetizen Com – Sabtu, 3 Oktober 2026

P4KF makin solid! Daftar Calon Peserta Audiensi P4KF dengan Gubernur NTT resmi bertambah dari 5 menjadi 6 orang. Amunisi baru datang dari ujung timur Flores, Lembata.
Ketua Umum P4KF Adrianus Jehamat merilis update terbaru daftar pejuang akar rumput yang akan dibawa menghadap Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
“PKF adalah aspirasi murni dari bawah, bukan elit haus jabatan. Buktinya daftar ini semua rakyat biasa, dan sekarang sudah tembus Lembata!” tegas Adrianus.
DAFTAR LENGKAP 6 CALON PESERTA AUDIENSI P4KF DG GUBERNUR NTT:
01. IRENIUS DARSON – Alamat: Desa Compang Congkar, Kec. Congkar, Kabupaten Manggarai Timur.
02. BERNADUS DAGUK – Alamat: Desa Compang Congkar, Kec. Lamba Leda, Kab. Manggarai Timur.
03. GASPAR BATU BATA – Alamat: Desa Woedoa, Kec. Nangaroro, Kab. Nagekeo.
04. ABDUL RASID – Alamat: Desa Nampar Sepang, Kec. SAMBI RAMPAS, Kab. MANGGARAI TIMUR.
05. AGUSTINUS BEBI DAGA – Alamat: Desa Ulupulu, Kec. Nanga Roro, Kab. Nagekeo.
06. STANISLAUS KEBESA (PEJUANG BARU DARI LEMBATA) – Alamat: Desa RIANGBAO, Kec. ILE APE, Kab. Lembata.
Masuknya nama Stanislaus Kebesa dari Ile Ape, Lembata menjadi penanda bahwa perjuangan 9 kabupaten calon Provinsi Kepulauan Flores: Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat telah menyatu.
Sesuai target P4KF, pendaftaran masih dibuka untuk minimal 10 orang per kabupaten x 9 kabupaten, dan maksimal 100 orang per kabupaten x 9 kabupaten yang akan tergabung dalam Rombongan Besar P4KF ke Kupang.
Agenda tunggal: Menagih kepastian sikap Gubernur Melki Laka Lena, apakah menerima usulan NTT MEKAR menuju PKF atau menolak dengan alasan apa.
Bagi warga 9 kabupaten yang ingin bergabung, silahkan daftar langsung via WA Ketum P4KF Adrianus Jehamat di 081 237 511 003 dengan mengirim foto KTP untuk didaftarkan di Sekretariat Pusat P4KF di Ruteng.
Perjuangan PKF bukan baru kemarin sore, tapi sudah dimulai sejak 1954 di Lembata, jauh sebelum NTT lahir 1958 dari pemekaran Provinsi Sunda Kecil menjadi Bali, NTB, dan NTT.***
TIM ISTANANETIZEN










