SOLO, ISTANANETIZEN.COM – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak menemukan ijazah setara SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ditemui di kediamannya di Solo, Jokowi yang mengenakan kemeja biru dan topi putih itu meminta semua pihak menghormati putusan MK beserta tahapan dan pertimbangan hukumnya.
“Kita menghormati putusan MK beserta tahapan-tahapan yang ada termasuk di dalamnya pertimbangan hukum yang diberikan. Yang paling penting kita semua menghormati konstitusi yang kita miliki,” ujar Jokowi dikutip Solo Times, Jumat (9/10/2026).
Menanggapi putusan MK yang menyebut tidak ada bukti ijazah SMA, Jokowi menjelaskan perbedaan sistem pendidikan di tiap negara.
“Di setiap negara itu memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Kalau kita ini tahapannya dari bawah kan ada SD, SMP, SMA, S1, atau ada diploma. Di luar juga ada sistemnya sendiri,” jelasnya.
“Ada yang dari SD, SMP, kemudian secondary school kemudian masuk ke universitas tapi juga ada sistem yang lewat pathway kemudian baru masuk ke diploma dan S1 nya. Saya kira setiap negara sistemnya berbeda-beda,” tambah Jokowi.
Menurut Jokowi, hal yang paling penting adalah Gibran sudah menyelesaikan pendidikan S1.
“Paling penting wapresnya sudah menyelesaikan S1. Kalau menyelesaikan S1 itu mestinya kan sudah melewati tahapan sebelumnya. Kalau di sini kayak SMA-nya mesti kan sudah selesai. Kalau belum kan ya nggak bisa daftar ke S1 nya,” tegasnya.
Terkait adanya gugatan lanjutan dan dorongan pemakzulan hingga ke MPR, Jokowi mempersilakan menempuh mekanisme demokrasi.
“Di negara kita ada mekanisme demokrasi yang harus dilalui, jadi ya silakan ikuti mekanisme demokrasi yang tersedia yang sesuai dengan konstitusi yang sesuai dengan aturan hukum yang ada,” ujarnya.
Saat ditanya soal larangan Gibran maju Pilpres maupun Pilkada 2029, Jokowi menyerahkan kepada lembaga berwenang.
“Semuanya ada yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu. KPU ada, kita punya Bawaslu. Semuanya ada mekanismenya dan semuanya ada lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu,” katanya.
Ditanya apakah tetap mendukung Prabowo-Gibran dua periode, Jokowi menjawab singkat, “Pemilu masih jauh.”
Redaksi Istana Netizen Com
—









