JAKARTA, ISTANANETIZEN.COM – Pernyataan pedas dilontarkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung di Indonesia Lawyers Club (ILC).
“Saya anggota Dewan Pertimbangan Presiden, bukan Dewan Pertimbangan Wakil Presiden! Saya bukan penjaga Gibran!” tegas Rocky, Jumat (9/10/2026).
Rocky menilai Presiden Prabowo tidak mampu memutuskan nasib Gibran karena masih tergantung pada rezim sebelumnya. Ia menyinggung manuver Jokowi yang datang ke Kertanegara untuk menego dan mengingatkan perjanjian politik.
“Presiden tidak mampu untuk memutuskan karena masih tergantung pada rezim sebelumnya. Kenapa Pak Jokowi datang ke Kertanegara? Menego, menekan, mau mengingatkan perjanjian politik. Akibatnya opini publik muncul,” ujar Rocky.
Menurut Rocky, MK secara tidak sengaja mengirimkan kegelisahan publik lewat putusan yang kontroversial.
“Jadi sebetulnya mahkamah juga secara tidak sengaja mengirimkan kegelisahan publik,” katanya.
Ia menegaskan tugas masyarakat sipil adalah mengepung DPR dengan pikiran bahkan massa, agar moral dari ratio decidendi tidak berubah jadi political decidendi.
“Yang sudah ada adalah proses itu pada akhirnya tiba di parlemen dan harus tiba di situ. Tugas dari masyarakat sipil adalah besiege, mengepung DPR dengan pikiran bahkan dengan massa,” tegasnya.
Rocky menawarkan solusi elegan:
“Sangat elegan kalau Gibran bilang, saya mengerti bahwa ratio decidendi itu artinya saya tidak layak lagi. Itu kesadaran moral dari Gibran. Dan di situ dia jadi pahlawan untuk menghentikan percekcokan politik.”
“Jadi 0,7 persen sekarang, bisa jadi 80 persen dalam tiga hari, jadi 100 persen sebelum tanggal 20, Gibran bilang saya mengerti.”
Redaksi Istana Netizen Com









