OPINI: MANTRA SESAT “BAE SONDE BAE FLOBAMORA LEBE BAE” – FATALISME YANG MEMISKINKAN FLORES

Oleh:
Adrianus Jehamat, Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF) dipublikasi oleh Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Labuan Bajo, http://IstanaNetizen.com – Ada satu kalimat yang selama puluhan tahun dipakai untuk membius kesadaran orang Flores, Sumba, Timor dan Alor: “Bae Sonde Bae, Flobamora Lebe Bae”.
Baik tidak baik, Flobamora lebih baik.
Kalimat itu terdengar heroik. Terdengar cinta NTT. Tapi jika dibedah dalam konteks perjuangan NTT MEKAR – Provinsi Kepulauan Flores, Provinsi Sumba, kalimat itu adalah bentuk FATALISME PALING MURNI.
Apa itu fatalisme? Adalah sikap pasrah pada nasib. Menolak ikhtiar. Menolak perubahan.
FATALISME ITU BUNYINYA BEGINI:
“Biar sudah kita miskin begini, biar sudah pelayanan kesehatan jauh, biar sudah anak sekolah jalan kaki berkilo-kilo, biar sudah urus dokumen harus terbang ke Kupang, yang penting NTT tetap satu. Bae Sonde Bae Flobamora Lebe Bae.”
Itu bukan persatuan. Itu pembodohan.
Persatuan macam apa yang dibangun di atas penderitaan rakyatnya sendiri?
Fakta hari ini di 2026: NTT terdiri dari 22 Kabupaten/Kota, 500 lebih pulau, rentang kendali lebih dari 1.000 kilometer. Satu Gubernur mengatur semua. Hasilnya? NTT selalu masuk 3 provinsi termiskin di Indonesia. IPM terendah. Stunting tertinggi.
Lalu kita disuruh berkata “Bae Sonde Bae”? Bae di mana?
DALAM KONTEKS NTT MEKAR, SLOGAN ITU DIPAKAI SEBAGAI SENJATA POLITIK.
1. Untuk Menakut-nakuti: “Kalau Flores mekar jadi provinsi, Flobamora pecah!” Pecah di mana? Provinsi Maluku Utara mekar dari Maluku, apakah mereka bermusuhan? Tidak. Mereka sama-sama Maluku, tapi dua-duanya lebih maju.
2. Untuk Mempertahankan Kue Kekuasaan: Paling jujur, yang paling takut NTT mekar adalah mereka yang kue APBD dan jabatannya terpusat di Kupang. Jika Flores jadi provinsi, maka Kantor Gubernur ada di Flores, APBD ada di Flores, pembangunan ada di Flores. Mereka kehilangan sentralisasi kekuasaan.
3. Untuk Membenarkan Kemiskinan: Seolah kemiskinan di Flores dan Sumba adalah takdir yang harus diterima demi menjaga nama Flobamora. Ini sesat pikir.
LOGIKA NTT MEKAR ADALAH KEBALIKANNYA:
Flobamora Lebe Bae yang sejati bukan ketika kita tetap satu provinsi yang miskin bersama.
Flobamora Lebe Bae yang sejati adalah ketika FLORES LEBE BAE, SUMBA LEBE BAE, TIMOR LEBE BAE, ALOR LEBE BAE.
Jika Flores jadi Provinsi, ia akan urus dirinya sendiri.Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat akan dibangun dengan APBD-nya sendiri. Jika Sumba jadi Provinsi, Sumba akan maju dengan potensinya sendiri.
Jika semua anaknya maju, maka ibunya yang bernama Flobamora pasti akan jauh lebih Bae.
Mekar bukan memecah Flobamora. Mekar adalah menyelamatkan Flobamora dari mantra fatalisme “Bae Sonde Bae”.
Tuhan tidak akan mengubah nasib Flobamora, jika orang Flobamora sendiri tidak mau mengubahnya.
NTT MEKAR Menuju Terbentuknya Provinsi Sumba Saburaijua PSS & Provinsi Kepulauan Flores PKF demi kebaikan bersama segenap putra putri Flobamora dalam tiga bingkai administratif pemerintahan Provinsi : NTT INDUK – PSS – PKF
Saatnya buang mantra lama itu.
Flores Harus Jadi Provinsi!
Labuan Bajo, Kamis 24-09-2026









