Beranda » Tim Khusus Utusan Pemerintah Pusat Hadir di Labuan Bajo, Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah : Rumuskan Rekomendasi Untuk Presiden .
ISTANA NETIZEN.COM –
Pemerintah Pusat memberikan perhatian serius terhadap penanganan korban tewas 4 orang asal Spanyol menyusul tenggelamnya Kapal Wisata KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNI) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat- NTT, yang terjadi Jumat malam (26/12/225).
Perhatian itu antara lain ditunjukan melalui Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan RI, mengirimkan tim khusus ke Labuan Bajo, Jumat pagi (2/1/2026).
Pantau Langsung Penanganan dilapangan
Kedatangan Utusan Pemerintah Pusat ini untuk memantau dan mengoordinasikan penanganan di lapangan pencarian korban tewas akibat tenggelamnya Kapal Wisata KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar di TNK Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat- NTT, yang terjadi Jumat malam (26/12/2025)

Pantauan media ini, Tim khusus dari Pemerintah Pusat itu dipimpin oleh Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan keamanan Transportasi pada Kemenko Polkam, Kombes Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, bersama Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa, Kolonel Chk. Bambang Sugiarto, Analis Kebijakan Ahli Pertama, Barus Johanes Teguh Pratama dan Staf TU Deputi Bidkor Kamtibmas, Briptu Riko Prasetyo.
Laporan Sekda Manggarai Barat
Kepada tim khusus urusan Pempus, Sekda Mabar, Fransiskus Sales Sodo melaporkan upaya Pemda Mabar terkait keselamatan transportasi laut. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Posko Tim SAR Gabungan Pelabuhan Waterfront Marina, Jum’at (02/01/2026) itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menyampaikan laporan kepada tim khusus Pemerintah Pusat ini, terkait berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, soal keselamatan transportasi laut.
Keterbatasan Kewenangan Pemerintah Daerah
Dalam pemaparannya, Sekda Fransiskus mengakui keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam aspek keselamatan transportasi laut yang menjadi otoritas pemerintah pusat. Namun, ia menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan, termasuk menginisiasi perubahan sistem reservasi ke Taman Nasional Komodo agar lebih tertutup dan terkontrol melalui agen travel terdaftar.
“Kami sedang proses penyesuaian sistem. Ini untuk mendeteksi dan membina agen atau pemandu wisata yang beroperasi, termasuk yang berasal dari luar daerah,” jelas Sekda Fransiskus.

Usulan peningkatan status pos Basarnas di Labuan Bajo menjadi Kantor Basarnas.
Dihadapan Tim Utusan Pempus itu, Sekda Fransiskus
juga menginformasikan bahwa Pemda Manggarai Barat telah mengusulkan peningkatan status Pos Basarnas Labuan Bajo menjadi Kantor Basarnas, mengingat kompleksitas dan prioritas pariwisata di kawasan tersebut.
Rapat koordinasi ini melibatkan unsur Kepolisian (Dirpolairud Polda NTT, Kapolres Manggarai Barat), TNI (Dandim 1612/Manggarai, Danlanal Labuan Bajo), instansi pemerintah daerah (Dishub, Disparekrafbud), dan lembaga khusus seperti KNKT, Bakamla, Basarnas Labuan Bajo, dan KSOP.
Tujuan kehadiran Tim Khusus di Labuan Bajo
Sementra itu, dalam arahanya, Kombes Pol Yade Setiawan Ujung menegaskan bahwa kehadiran tim pusat bertujuan untuk mengungkap fakta sebenarnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan. Ia menekankan pentingnya peningkatan standar keselamatan, mengingat Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Labuan Bajo dan Pulau Komodo sudah merupakan destinasi internasional. Standar keselamatannya harus standar internasional. Harapan kami, semua kegiatan industri pariwisata di sini sudah menganut sistem standar keselamatan internasional,” tegas Yade.
Rekomendasi Konkreat Kepada Presiden
Tim Kemenko Polhukam menargetkan rekomendasi konkret kepada Presiden dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Kombes Pol Yade juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak dalam operasi SAR yang telah diperpanjang tiga hari dengan penambahan peralatan baru.
“Kami berharap dan berdoa, ketiga korban yang masih dicari dapat ditemukan. Ini adalah ‘hutang’ kita sebagai negara kepada mereka,” ujarnya.
Komitmen Bersama Evakuasi Menyeluruh
Rapat Koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama untuk melakukan evaluasi menyeluruh, meninggalkan cara-cara konvensional, dan menerapkan standar tertinggi dalam tata kelola keselamatan pelayaran pariwisata di Labuan Bajo. Hasil monitoring dan rekomendasi tim Kemenko Polhukam akan menjadi bahan pelaporan kepada Presiden RI.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Putri Sakinah, sebuah kapal wisata yang mengangkut penumpang menuju Pulau Padar, tenggelam pada Jum’at (26/12/2025). 4 orang penumpang, yakni Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola putri Valencia CF, bersama 3 orang buah hatinya : Garcia Mateo, Martinesz Ortuno Maria Elia dan Martinez Ortuno Enriquejavier, turut tenggelam.
Seiring perpanjangan waktu pencarian korban sejak 2 – 4 Januari 2026, Tim SAR dan sejumlah pihak terkait terus berupaya maksimal untuk melakukan pencarian, namun hingga berita ini diterbitkan, dari keempat korban, baru 1 orang yang berhasil ditemukan dan 3 lainnya masih dalam pencarian dan diharapkan akan membuahkan hasil. ***
Editor : Redaksi.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.