MANGGARAI, ISTANA NETIZEN.COM, Rabu, 2 September 2026 – Masa jabatan Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo, Marsel Sudirman periode 2021–2026 resmi berakhir pada 1 September 2026.
Sehari setelahnya, operasional perusahaan resmi diambil alih Dewan Pengawas dalam prosesi sederhana di area Tenda Darurat BNPB, halaman Kantor Tirta Komodo Ruteng. Gedung kantor rusak akibat gempa Flores M7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.
Namun di tengah kekosongan kursi direktur, nama Marsel justru kembali menguat. Bukan karena lobi, tapi karena angka.
Bukti Kinerja: Sukses Balikkin Tirta Komodo Jadi BUMD Untung
Dalam acara _Serah Terima Jabatan Dari Direktur Ke Dewan Pengawas_, Marsel membeberkan capaian 5 tahun kepemimpinannya di hadapan staf dan awak media.
Yang paling disorot: soal laba perusahaan.
_“Dari sebelumnya hampir pasti tidak ada laba, sejak saya diberikan kepercayaan oleh Bupati Manggarai selaku KPM untuk memimpin perusahaan ini tahun 2021. Kita sudah bisa memperoleh laba sekitar sembilan ratus juta lebih, hampir 1 miliar rupiah pada tahun pertama saya memimpin,”_ tutur Marsel.
Tren positif itu berlanjut.

_“Kemudian tahun berikutnya kita memperoleh laba tidak kurang dari satu miliar rupiah per tahun. Dan terakhir pada 2025 kita mendapatkan laba perusahaan lebih dari dua miliar,”_ lanjutnya.
Marsel menegaskan capaian itu bukan kerja dirinya sendiri.
_“Pencapaian ini tentu hasil kerja keras dari Bapak Ibu para staf seluruhnya bersama saya,”_ katanya.
2 Jalur Penunjukan Direktur Baru, Dewan Pengawas Buka Peluang
Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Komodo, Lambertus Paput menyebut ada 2 kemungkinan mekanisme penunjukan direktur definitif.
_“Pertama, jika Kemendagri menyetujui pengangkatan kembali pejabat lama. Ini dimungkinkan aturan karena ada rekam jejak Wajar Tanpa Pengecualian 3 kali berturut-turut serta kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang memuaskan,”_ jelas Lambertus.
_“Kedua, jika petunjuk kementerian mengarahkan seleksi terbuka atau lelang jabatan, maka panitia daerah akan segera membukanya,”_ lanjutnya.
Usulan dari KPM dan Dewan Pengawas sudah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri sejak 4 bulan lalu. Kini daerah tinggal menunggu petunjuk resmi.
Dewan Pengawas Pegang Kendali Sementara
Sembari menunggu, mulai 2 September 2026 Dewan Pengawas resmi mengambil alih penuh operasional Tirta Komodo.
Tujuannya memastikan pasokan air bersih ke masyarakat Kabupaten Manggarai tetap stabil.
Acara dihadiri Marsel Sudirman, Lambertus Paput, Kabag Perekonomian Setda Manggarai Florianus Laot selaku Sekretaris Dewan Pengawas ex-officio, seluruh pejabat struktural dan karyawan.
Di akhir sambutan, Dewan Pengawas berpesan:
_“Jaga soliditas, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.”_
Catatan Publik
Di era banyak BUMD air minum yang merugi, capaian Tirta Komodo berbalik untung hingga Rp2 Miliar + WTP 3 kali berturut-turut jadi modal kuat. Kini publik Manggarai menunggu: apakah Kemendagri memilih _lanjutkan yang terbukti_ atau _buka seleksi baru_.
Penulis: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor: AJ










