ISTANA NETIZEN.com, JAKARTA — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi demonstrasi di dua titik strategis. Mereka mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta Pusat, Rabu, 12 Agustus 2026.

Aksi ini mengangkat tiga isu utama: evaluasi militerisme di ranah sipil, transparansi program nasional, dan akuntabilitas pemerintah.
8 TUNTUTAN DIBAGI 2 SASARAN
Massa aksi yang berjumlah sekitar 50-100 orang dari 10 organisasi mahasiswa membawa total 8 tuntutan. Rinciannya dibagi menjadi 4 tuntutan untuk BGN dan 4 tuntutan untuk Kemenhan.
4 TUNTUTAN UNTUK BGN:
1. Evaluasi Pelaksanaan- Mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
2. Transparansi Tata Kelola – Mendesak transparansi dan perbaikan tata kelola program MBG.
3. Akuntabilitas Anggaran – Memastikan penggunaan anggaran MBG dilakukan secara transparan dan akuntabel.
4. Tepat Sasaran – Memastikan pelaksanaan MBG benar-benar tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat.
4 TUNTUTAN UNTUK KEMENHAN:
1. Evaluasi Militerisme– Mengevaluasi kebijakan yang dinilai mengarah pada militerisme di ranah sipil.
2. Usut Transparan – Mengusut secara transparan persoalan dalam kegiatan yang melibatkan unsur pertahanan.
3. Pertanggungjawaban – Meminta pertanggungjawaban pihak terkait atas dugaan kelalaian atau pelanggaran.
4. Copot Menhan – Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi hingga mencopot Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
LONGMARCH DARI BGN KE KEMENHAN
Aksi dimulai di depan kantor BGN. Setelah menyampaikan aspirasi dan orasi, massa kemudian bergerak melakukan longmarch menuju kantor Kemenhan di Jalan Medan Merdeka Barat.
Kedatangan mahasiswa ini menjadi sorotan karena menyatukan dua isu besar dalam satu aksi: pengawasan program sosial MBG dan kritik terhadap arah kebijakan pertahanan.
`Suara Rakyat, Cermin Istana.`
_- http://IstanaNetizen.com -_
Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen
Editor : AJ










