ISTANA NETIZEN.com, NAGEKEO — Menyusul aksi demonstrasi Aliansi Cipayung Jakarta Pusat ke Kantor BGN dan Kemenhan RI di Jakarta, Rabu siang 12 Agustus 2026, Marianus Waja Mantan Wakil Bupati Nagekeo angkat bicara.
Pendapat itu disampaikan Marianus Waja kepada Redaksi _IstanaNetizen.com_, Rabu malam, 12 Agustus 2026. Salah satu tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut adalah mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai berpotensi mengorbankan anggaran pendidikan.
BANTAH TUDINGAN: MBG TIDAK KURANGI DANA PENDIDIKAN
Marianus membantah keras tudingan tersebut. Ia mengajak publik melihat data historis anggaran pendidikan.

`”Mari kita lihat sebelum tahun 2005 tidak ada dana BOS baik SD maupun SMP. Untuk membiayai biaya sekolah anak, orang tua murid dibebankan 300 ribu per tahun dan itu lancar-lancar saja dengan mutu yang cukup baik. Lihat indeks pendidikan di statistik”` ujarnya.
Ia melanjutkan, setelah 2005 pemerintah mulai mengucurkan Dana BOS. Hingga saat ini angkanya terus meningkat signifikan.
`”Hingga saat ini sudah mencapai 950 ribu per siswa SD, sementara yang SMP bisa mencapai lebih dari 1 juta”` jelas Marianus.
BUKTI NEGARA SERIUS URUS PENDIDIKAN
Menurutnya, kenaikan Dana BOS adalah bukti nyata negara hadir dan serius memperhatikan pendidikan anak.
`”Apakah ini negara tidak memperhatikan pendidikan anak? Dengan adanya dana BOS membuktikan negara memberikan perhatian yang serius dan sangat cukup”` tegasnya.
MBG JUSTRU DUKUNG PENDIDIKAN
Karena itu, Marianus menilai MBG tidak akan mengurangi jatah pendidikan. Justru sebaliknya.
`”Sehingga tidak benar jika MBG mengurangi dana pendidikan. Justru MBG mendukung pendidikan anak-anak Indonesia dan mencerdaskannya”` pungkasnya.
Ia menutup dengan ajakan agar masyarakat menyikapi program pemerintah secara bijak dan objektif.
`”Mari kita berpikir bijak dan objektif, salam Tuhan memberkati”`
`Suara Rakyat, Cermin Istana.`
_- http://IstanaNetizen.com -_
Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen
Editor : AJ










