Istana Netizen Com, Yogyakarta — Bursa calon Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia periode 2026–2028 mulai memanas. Yohanes Tola, akrab disapa Yonas, mendeklarasikan kesiapan maju dengan mengusung gagasan “PMKRI OTW Lebih Baik”.
Gagasan itu fokus pada tiga hal: penguatan kaderisasi, pembenahan tata kelola organisasi, dan solidaritas nasional. Menurut Yonas, PMKRI sudah banyak melahirkan kader di berbagai bidang. Namun zaman terus berubah, organisasi harus berbenah agar tetap jadi kawah candradimuka pemimpin muda yang kritis dan berintegritas.

“PMKRI punya sejarah panjang. Tugas kita bukan cuma menjaga warisan, tapi memastikan PMKRI terus tumbuh, makin dekat dengan kader, profesional, dan berdampak bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat,” kata Yonas, kepada wartawan, Jumat 24 Juli 2026.
Dari Kampus ke Panggung Nasional
Rekam jejak Yonas dimulai sebagai Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Institut Teknologi Yogyakarta 2021–2022. Ia aktif membangun budaya organisasi dan ruang kaderisasi kampus.
Komitmennya berlanjut saat memimpin PMKRI Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas 2023–2024. Bersama pengurus, ia mendorong konsolidasi organisasi, forum intelektual, dan memperluas kemitraan. Di luar organisasi, Yonas juga menulis opini soal kepemudaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Tantangan PMKRI yang Disorot
Yonas menilai ada lima tantangan utama PMKRI saat ini:
1. Basis kaderisasi di kampus belum merata.
2. Masih ada cabang yang vakum.
3. Tata kelola organisasi perlu diperkuat.
4. Jaringan alumni belum terkonsolidasi optimal.
5. Ruang bagi kader potensial seluruh Indonesia untuk masuk kepemimpinan pusat masih terbatas.

“Ini tidak cukup dijawab ganti pemimpin saja. Butuh cara baru mengelola organisasi yang lebih profesional, inklusif, dan fokus ke kader,” tegasnya.
Visi: PMKRI Berakar di Kampus, Profesional dalam Tata Kelola
Berangkat dari pengalaman itu, Yonas menawarkan visi: Mewujudkan PMKRI sebagai organisasi kader yang berakar kuat di kampus, profesional dalam tata kelola, solid dalam jejaring nasional, serta menghadirkan kepemimpinan berlandaskan meritokrasi.
Lima Agenda Prioritas “PMKRI OTW Lebih Baik”
Untuk merealisasikan visi tersebut, Yonas menyiapkan lima langkah strategis:
1. PMKRI Masuk Kampus
Kembalikan kampus sebagai basis utama kaderisasi. Dorong pembentukan komisariat baru dan susun standar nasional tata kelola komisariat.
2. Pendampingan Cabang
Pengurus Pusat harus aktif dampingi cabang, terutama yang vakum. Perkuat peran Komda, bangun sistem monitoring berkelanjutan, dan buka komunikasi yang responsif.
3. Perkuat Jejaring Alumni
Lanjutkan pendataan alumni nasional. Bangun sinergi kader aktif dan alumni untuk dukung kaderisasi dan pengabdian masyarakat.
4. Revitalisasi Tata Kelola PP PMKRI
Pengurus Pusat jadi teladan budaya organisasi yang disiplin, transparan, akuntabel, dan berorientasi pelayanan.
5. Ruang Kader Terbaik dari Seluruh Indonesia
Buka kesempatan seluas-luasnya bagi kader terbaik untuk berproses di PP PMKRI. Rekrutmen berbasis meritokrasi: _the right person in the right place_.
Ajak Kader Adu Gagasan di Kongres
Bagi Yonas, “PMKRI OTW Lebih Baik” bukan sekadar slogan. Ini ajakan agar seluruh kader membangun organisasi yang terus belajar, berbenah, dan bertumbuh.

“Saya percaya PMKRI makin kuat kalau semua kader punya ruang bertumbuh, tiap cabang dapat perhatian setara, dan proses organisasi dijalankan profesional. Kongres adalah momentum memperkuat persaudaraan dan mempertemukan gagasan,” ujarnya.
Menjelang Kongres PMKRI, Yonas mengajak seluruh kader menjadikan demokrasi organisasi sebagai ruang adu gagasan. Ia menilai PMKRI butuh pemimpin yang mampu merangkul keberagaman cabang, memperkuat kaderisasi, dan menjaga relevansi organisasi di tengah tantangan zaman.
Reporter : AJ
Editor :
Redaksi Istana Netizen Com













