• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home NASIONAL

“Strategi Sunyi Megawati: Saat PDI Dijadikan Panggung Perang Para Jenderal 1993”

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Juli 27, 2026
in NASIONAL
0 0
0
“Strategi Sunyi Megawati: Saat PDI Dijadikan Panggung Perang Para Jenderal 1993”
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Istananetizen Com, Jakarta, Minggu 26 Juli 2026 — Tiga puluh tahun lalu, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) hampir terbelah karena dijadikan panggung pertarungan elit militer. Di tengah situasi itu, Megawati Soekarnoputri memilih jalan berbeda: tidak ikut arus konflik, tapi menentukan arusnya sendiri.

Analisis Dadang Sutisna menyebut sekitar tahun 1990-an Megawati sudah memahami adanya dualisme di tubuh ABRI. Kondisi itu dipicu merenggangnya hubungan Jenderal Benny Moerdani* dengan Presiden Soeharto setelah Sidang Umum MPR 1988.

PDI Jadi Sasaran Proxy

Dampak keretakan di elit militer itu merembet ke partai politik. PDI dijadikan arena pertarungan “para jenderal”. Nama Megawati pun coba dijadikan proxy dalam konflik tersebut.

Namun Megawati tidak masuk ke dalam pembelahan tersebut. Ia justru menyusun skema sendiri yang lepas dari tarik-menarik elit ABRI.

Dari Ditolak Pemerintah ke Silaturahmi Politik

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum de facto PDI dalam Kongres PDI Surabaya 1993, pemerintah melalui Mendagri Yogie SM tidak mengakui hasilnya.

Budi Hardjono, yang juga mengincar posisi Ketua Umum, langsung menemui Yogie SM. Yogie kemudian meminta digelar Musyawarah Nasional (Munas) dengan 27 utusan provinsi. Masing-masing mengirim ketua dan sekretaris.

Alih-alih menolak mentah-mentah, Megawati menahan diri. Pada Desember 1993, ia justru melakukan langkah yang mengejutkan: silaturahmi politik.

Mega menemui Kepala BAKIN, Putri Soeharto Siti Hardiyanti Rukmana, Pangdam Jaya Hendropriyono, Direktur BAIS Agum Gumelar, dan Kepala Kasospol Letjen Hariyanto.

Langkah itu membuat banyak pihak bingung karena yang ditemui adalah tokoh-tokoh yang saat itu dianggap berseberangan dengan PDI. Tapi efeknya langsung: opini publik terbentuk bahwa kepemimpinan Mega adalah sesuatu yang tak terhindarkan.

Drama Munas 5 Menit di Kemang

Setelah itu, Megawati baru menyetujui pelaksanaan Munas dengan catatan: Munas digunakan untuk mengukuhkan dirinya sebagai Ketua Umum PDI. Yogie SM menyetujui.

Jadwal awal Munas 16 Desember 1993 di Bogor diundur dengan alasan teknis. Budi Hardjono, yang disebut sebagai calon dukungan Soeharto, melakukan manuver politik menggalang kekuatan.

Akhirnya Munas digelar pada 22 Desember 1993 di kawasan Kemang, Jakarta. Proses pemilihan hanya berlangsung 5 menit. Hasilnya: Megawati Soekarnoputri dikukuhkan secara de jure sebagai Ketua Umum PDI.

Pelajaran dari 1993

Peristiwa itu menjadi catatan penting dalam sejarah politik Indonesia. Di saat partai lain bereaksi dengan pengerahan massa, Megawati memilih jalur komunikasi langsung ke pusat kekuasaan dan perhitungan politik yang tenang.

“PDI 1993 adalah contoh bagaimana seorang pemimpin partai bisa bertahan di tengah perang proxy negara dan militer, tanpa harus membakar partainya sendiri,” ujar Dadang Sutisna.

Tiga dekade kemudian, strategi “sunyi” Megawati itu masih relevan dibaca sebagai salah satu cara menjaga partai tetap utuh di tengah tekanan kekuasaan.***

Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan analisis Dadang Sutisna terkait dinamika politik PDI tahun 1993.

Reporter : AJ

Editor : Tim Redaksi Istana Netizen

Previous Post

“Rp300 Triliun Disebut ‘Bocor’: Ini Bukan Soal MBG, Ini Soal Akuntabilitas”

Next Post

Putri Sukmaniara Deklarasi Calon Ketua PP PMKRI 2026-2028: Fokus Dorong Beasiswa S2-S3 untuk Kader”

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
Putri Sukmaniara Deklarasi Calon Ketua PP PMKRI 2026-2028: Fokus Dorong Beasiswa S2-S3 untuk Kader”

Putri Sukmaniara Deklarasi Calon Ketua PP PMKRI 2026-2028: Fokus Dorong Beasiswa S2-S3 untuk Kader"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0

Turun ke Bea Mese, Bupati Hery Nabit: Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Mendengar Nakes”

Juli 28, 2026
“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

Juli 28, 2026
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Juli 28, 2026
“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

Juli 28, 2026

Recent News

Turun ke Bea Mese, Bupati Hery Nabit: Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Mendengar Nakes”

Juli 28, 2026
“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

Juli 28, 2026
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Juli 28, 2026
“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

Juli 28, 2026

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In