• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home OPINI

“Rp300 Triliun Disebut ‘Bocor’: Ini Bukan Soal MBG, Ini Soal Akuntabilitas”

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Juli 26, 2026
in OPINI
0 0
0
“Rp300 Triliun Disebut ‘Bocor’: Ini Bukan Soal MBG, Ini Soal Akuntabilitas”
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Istananetizen.com, Makassar — Presiden Prabowo Subianto mengklaim sekitar Rp300 triliun berhasil “diselamatkan” dari kebocoran anggaran. Uang itu lalu dialihkan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan jembatan.

Narasi di atas kertas terdengar heroik. Negara menemukan kebocoran. Negara menutupnya. Uang rakyat kembali ke rakyat. Selesai.

Tapi tunggu. Ada satu pertanyaan paling dasar yang belum dijawab:
Kalau memang ada kebocoran Rp300 triliun, apa yang sebenarnya bocor?

1. Kebocoran, Efisiensi, atau Penghematan?

Secara tata bahasa dan tata kelola, “mengatasi kebocoran” berbeda dengan “mencegah potensi kebocoran”.

Kalau yang dimaksud mencegah pemborosan, istilahnya adalah efisiensi. Kalau pemerintah menyebut “mengatasi kebocoran”, maka publik berhak memahami ada penyimpangan yang nyata dan sudah dihentikan.

Rp 300 triliun bukan uang receh. Jika benar uang negara yang sebelumnya bocor, maka pertanyaan lanjutannya bukan cuma “berapa yang diselamatkan”, tapi: Dari mana kebocoran itu? Di kementerian mana? Program apa? Mekanismenya bagaimana? Siapa yang bertanggung jawab? Apakah ini inefisiensi, kelalaian, atau ada indikasi pelanggaran hukum?

Negara tidak cukup bilang “kerannya sudah ditutup”. Negara harus jelaskan siapa yang buka keran, bagaimana air mengalir, dan ke mana mengalirnya.

2. Paradoks Keberhasilan

Di sinilah paradoksnya. Jika pemerintah benar berhasil menutup kebocoran Rp300 triliun, maka layak dapat apresiasi.

Tapi di saat yang sama muncul pertanyaan baru: *Mengapa kebocoran sebesar itu bisa terjadi?*
Berarti ada sistem pengawasan yang gagal. Ada pengendalian internal yang lemah. Ada birokrasi yang tidak mendeteksi. Atau ada pihak yang diuntungkan dari celah itu.

“Keberhasilan menutup kebocoran justru membuka pertanyaan tentang kualitas tata kelola sebelumnya,” tulis Rudi Sinaba.

Negara tidak boleh berhenti di kalimat: _”Kebocoran sudah kami atasi”_.Rakyat berhak lanjut bertanya: _”Siapa yang menyebabkan kebocoran?”_

3. Jejak Fiskal MBG Harus Jelas

Program MBG boleh diperdebatkan manfaat dan efektivitasnya. Tapi jangan jadikan MBG sebagai stempel moral untuk membenarkan semua klaim penghematan.

Kalimat _”Uang hasil mengatasi kebocoran untuk memberi makan anak-anak”_ memang kuat secara politik. Siapa yang tega menolak?

Tapi kebijakan publik tidak boleh diuji dari daya tarik moralnya saja. Yang harus diuji:

1. Apakah uang itu benar dari kebocoran yang diatasi?
2. Apakah angka Rp300 triliun bisa diverifikasi dan diaudit?
3. Apakah penggunaannya transparan di APBN?

Keempat hal ini berbeda: Kebocoran ≠ Efisiensi. Pencegahan ≠ Pemulihan. Potensi kerugian ≠ Kerugian negara. Penghematan ≠ Uang baru masuk kas.

Publik berhak tahu: Pos anggaran mana yang dipangkas? Berapa yang direalisasikan? Berapa yang masuk kembali ke kas? Berapa yang benar dialokasikan ke MBG?

4. Menutup Kebocoran Hanya Separuh Pekerjaan

Pada akhirnya ini sederhana: Kalau yang terjadi pencegahan potensi, sebut saja pencegahan.
Kalau yang terjadi penghematan, sebut saja penghematan.
Tapi kalau yang diklaim mengatasi kebocoran, maka harus ada penjelasan sumber kebocoran. Ada pemeriksaan. Ada proses hukum jika ada pelanggaran.

“Jangan sampai rakyat hanya diberi tahu kerannya sudah ditutup, tapi tidak pernah diberi tahu dari mana air itu mengalir dan siapa yang membiarkan keran terbuka,” tegas Rudi.

Untuk klaim sebesar Rp 300 triliun, publik berhak minta lebih dari cerita. Publik berhak minta angka, dokumen, audit, dan pertanggungjawaban*l.

Karena uang yang dikelola pemerintah bukan uang pemerintah. Itu uang rakyat.

Catatan Redaksi Istana Netizen Com:
Tulisan ini merupakan opini pribadi Rudi Sinaba dan tidak mencerminkan sikap redaksi.

Reporter : AJ

Editor : Tim Redaksi Istana Netizen Com.

 

 

Previous Post

Dari Labuan Bajo untuk Demokrasi: 30 Tahun Kudatuli, Luka Itu Jangan Pernah Dilupakan”

Next Post

“Strategi Sunyi Megawati: Saat PDI Dijadikan Panggung Perang Para Jenderal 1993”

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
“Strategi Sunyi Megawati: Saat PDI Dijadikan Panggung Perang Para Jenderal 1993”

"Strategi Sunyi Megawati: Saat PDI Dijadikan Panggung Perang Para Jenderal 1993"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0

Turun ke Bea Mese, Bupati Hery Nabit: Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Mendengar Nakes”

Juli 28, 2026
“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

Juli 28, 2026
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Juli 28, 2026
“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

Juli 28, 2026

Recent News

Turun ke Bea Mese, Bupati Hery Nabit: Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Mendengar Nakes”

Juli 28, 2026
“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

Juli 28, 2026
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Juli 28, 2026
“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

Juli 28, 2026

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In