• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » ISTANA YANG KEROPOS DARI DALAM

ISTANA YANG KEROPOS DARI DALAM

Renungan 81 Tahun Kemerdekaan: Ketika Rayap Memakan Nurani

Istana Netizen by Istana Netizen
Agustus 8, 2026
in HUKUM DAN KRIMINAL, NASIONAL
0
ISTANA YANG KEROPOS DARI DALAM

Foto tangkapan layar dari Penulis Opini

0
SHARES
34
VIEWS

ISTANA NETIZEN.com, Jakarta — Jelang peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026, publik diajak merenung lebih dalam. Bukan soal pesta kemeriahan, tapi soal seberapa kokoh fondasi bangsa ini berdiri.

Plasidus Asis Deornay, Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Hukum UNAS Jakarta, menuangkan keresahannya dalam sebuah renungan melalui metafora “istana yang keropos dari dalam”.

BACAJUGA

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

Foto tangkapan layar dari Penulis Opini

Berikut tulisan lengkapnya:

ISTANA YANG KEROPOS DARI DALAM

Sebuah Renungan Menjelang 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Suatu pagi, seorang tukang kayu dipanggil untuk memeriksa sebuah istana yang konon menjadi kebanggaan sebuah negeri. Dari kejauhan, bangunan itu tampak sempurna. Tiangnya menjulang. Atapnya berlapis emas. Halamannya luas. Bendera berkibar gagah di halaman istana. Orang-orang yang melintas tak henti memuji kemegahannya.
“Betapa kuat negeri ini,” kata mereka.

Sang tukang kayu hanya tersenyum tipis. Ia tidak memandangi dinding. Ia justru menempelkan telinganya pada salah satu tiang penyangga. Lama sekali ia diam. Lalu ia mengetukkan jarinya perlahan. _Tok…Tok…Tok…_ Suaranya kosong.

Ia menghela napas panjang.
“Bukan temboknya yang bermasalah,” katanya pelan. “Yang lapuk justru isi di dalamnya.”

Orang-orang tertawa. Mereka mengira lelaki tua itu sedang mengigau. Bagaimana mungkin istana semegah itu rapuh? Catnya masih mengilap. Lampunya masih menyala. Pidato-pidato dari dalamnya masih terdengar lantang tentang kemajuan, kesejahteraan, dan pengabdian.

Namun rayap memang tidak pernah memakan dinding dari luar. Ia selalu memulai pekerjaannya dari dalam. Perlahan, sunyi dan nyaris tanpa suara.

Begitulah nasib sebuah bangsa ketika kekuasaan kehilangan hati nurani. Ia tidak hancur oleh serangan musuh. Ia roboh oleh pengkhianatan terhadap amanah.

Yang meruntuhkannya adalah kemiskinan moral.

Kekuasaan yang semula dimaksudkan sebagai alat pengabdian berubah menjadi alat mempertahankan kepentingan. Jabatan berubah menjadi investasi. Politik berubah menjadi perdagangan pengaruh. Hukum kehilangan wibawanya ketika ia tampak tajam kepada yang lemah, tetapi tumpul kepada mereka yang memiliki kuasa.

Lalu rakyat diminta terus bersabar. Diminta memahami keadaan. Diminta percaya bahwa semua sedang baik-baik saja. Padahal pidatonya jauh dari kenyataan.

Masih ada anak yang berjalan berkilo-kilometer menuju sekolah. Masih ada guru yang mengabdi dengan fasilitas terbatas. Masih ada petani yang menanam tanpa kepastian harga. Masih ada nelayan yang pulang dengan hasil tak sebanding biaya melaut. Masih ada keluarga yang kesulitan air bersih. Dan masih banyak keluarga yang tidak merasakan pendidikan yang benar-benar berkualitas dan terjangkau.

Gambar hanya ilustrasi versi Media Istana Netizen

Ironisnya, di tengah kesulitan itu, kita masih menyaksikan berita tentang penyalahgunaan jabatan, praktik korupsi, dan pengelolaan kekayaan negara yang tidak selalu mencerminkan semangat pengabdian kepada rakyat.
Hari ini, sesungguhnya kita sedang kehilangan masa depan.

Rakyat adalah tujuan dari berdirinya negara.

Menyongsong 17 Agustus 2026, pertanyaan ini hanya sekadar refleksi:

1. Sudahkah kemerdekaan itu benar-benar dirasakan oleh mereka yang hidup jauh dari pusat kekuasaan?
2. Sudahkah negara hadir ketika rakyat membutuhkan keadilan?
3. Sudahkah kekayaan negeri ini dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran seluruh rakyat?

Menurut saya, Kemerdekaan adalah ketika seorang anak miskin memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi. Ketika hukum berdiri tegak tanpa membedakan nama, pangkat, ataupun kedudukan. Ketika pejabat merasa malu untuk hidup bermewah-mewah di tengah kesulitan rakyat. Ketika istana menjadi tempat lahirnya kebijakan yang adil, bukan sekadar panggung bagi kekuasaan.

Sang tukang kayu tua akhirnya menutup kotak peralatannya. Ia memandang sekali lagi ke arah istana.
“Lakukanlah apa saja untuk mempercantik dindingnya. Gantilah catnya setiap tahun. Dirikan pagar yang lebih tinggi. Pasang lampu yang lebih terang.”
“Tetapi ingat…”
“Selama rayap dibiarkan hidup di dalamnya, istana itu hanya sedang menunggu waktu untuk runtuh.”

Dan barangkali, rayap paling berbahaya bukanlah yang memakan kayu. Melainkan keserakahan yang memakan nurani. Sebab ketika nurani telah habis dimakan, yang roboh bukan hanya sebuah istana. Yang roboh adalah kepercayaan rakyat.

Itulah sebabnya, menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, tugas terbesar bangsa ini bukan sekadar merayakan usia.
Melainkan memastikan bahwa istana republik tetap berdiri di atas fondasi yang kokoh: kejujuran, keadilan, keberanian, dan pengabdian kepada seluruh rakyat Indonesia.

Penulis:
Plasidus Asis Deornay_
Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Hukum UNAS Jakarta_

Tags: _Istana Yang Keropos Dari Dalam. Renungan 81 Tahun Kemerdekaan RI oleh Plasidus Asis Deornay tentang kemiskinan moral#HUTRI81 #17Agustus2026 #IstanaKeroposDariDalam #RenunganKemerdekaan #Keadilan #AntiKorupsi #Indonesia #PlasidusAsis #IstanaNetizenkorupsi dan pengkhianatan amanah._
Previous Post

SKANDAL KDMP BOLENG: ANGGARAN DIPOTONG, PAPAN PROYEK TAK ADA, DATA DITUTUP

Next Post

SUNSET HOURS DI LABUAN BAJO: LIVE MUSIC, KELAPA MUDA, DAN CUAN DI UJUNG HARI

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026
DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

September 10, 2026
ISTRI ANGGOTA DPR RI TURUN LANGSUNG: BANTUAN PEREMPUAN PDIP TIBA UNTUK KORBAN GEMPA DI NDOSO

ISTRI ANGGOTA DPR RI TURUN LANGSUNG: BANTUAN PEREMPUAN PDIP TIBA UNTUK KORBAN GEMPA DI NDOSO

September 9, 2026
LEBIH DEKAT DAN HEMAT: ALASAN KUAT TIM SUMBA SABU TEMUI PRESIDEN

LEBIH DEKAT DAN HEMAT: ALASAN KUAT TIM SUMBA SABU TEMUI PRESIDEN

September 9, 2026
“PAKAI JALUR PAPUA”: PDI-P DESAK PUSAT BUKA KERAN PEMEKARAN UNTUK PROVINSI SUMBA SABU RAIJUA

“PAKAI JALUR PAPUA”: PDI-P DESAK PUSAT BUKA KERAN PEMEKARAN UNTUK PROVINSI SUMBA SABU RAIJUA

September 9, 2026
Next Post
SUNSET HOURS DI LABUAN BAJO: LIVE MUSIC, KELAPA MUDA, DAN CUAN DI UJUNG HARI

SUNSET HOURS DI LABUAN BAJO: LIVE MUSIC, KELAPA MUDA, DAN CUAN DI UJUNG HARI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026
“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

September 10, 2026
DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

September 10, 2026
ISTRI ANGGOTA DPR RI TURUN LANGSUNG: BANTUAN PEREMPUAN PDIP TIBA UNTUK KORBAN GEMPA DI NDOSO

ISTRI ANGGOTA DPR RI TURUN LANGSUNG: BANTUAN PEREMPUAN PDIP TIBA UNTUK KORBAN GEMPA DI NDOSO

September 9, 2026
LEBIH DEKAT DAN HEMAT: ALASAN KUAT TIM SUMBA SABU TEMUI PRESIDEN

LEBIH DEKAT DAN HEMAT: ALASAN KUAT TIM SUMBA SABU TEMUI PRESIDEN

September 9, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In