BEDAKAN PROYEK DAN PROGRAM: KAWAL PEMBANGUNAN 80.000 GEDUNG KDMP, SUKSESKAN TUJUAN KDMP`
_Pembangunan Gedung Adalah Proyek. KDMP Adalah Program. Keduanya Harus Berjalan Beriringan_
Oleh: Redaksi http://IstanaNetizen.com
Pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 gedung Koperasi Desa Merah Putih – KDMP di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Keputusan tersebut memicu beragam tanggapan di ruang publik. Ada yang mendukung, ada pula yang meragukan.
Akan tetapi, sebelum berdiskusi lebih jauh, kita perlu meluruskan istilah terlebih dahulu. Sebab, kekeliruan dalam menyebut dapat berakibat pada kekeliruan dalam mengawasi.
1. PEMBANGUNAN GEDUNG ADALAH PROYEK. KDMP ADALAH PROGRAM
Kegiatan membangun gedung merupakan pekerjaan fisik. Terdapat proses perencanaan, pelelangan, pelaksanaan, hingga serah terima. Kegiatan yang memiliki awal dan akhir yang jelas tersebut disebut PROYEK.

Sementara itu, KDMP adalah PROGRAM NEGARA. Cakupannya jauh lebih luas daripada sekadar gedung. KDMP memuat kegiatan penyediaan sembako dengan harga terjangkau, layanan simpan pinjam, klinik dan apotek desa, logistik, serta digitalisasi koperasi.
Tujuan utama KDMP adalah memperkuat perekonomian desa dan memutus mata rantai tengkulak. Program ini bersifat berkelanjutan dan dilaksanakan dalam jangka panjang.
Menyamakan pembangunan gedung dengan KDMP sama halnya menyamakan pembangunan puskesmas dengan program kesehatan nasional.
2. DAMPAK DARI KEKELIRUAN ISTILAH
Apabila satu gedung KDMP di suatu desa mengalami keterlambatan, lalu kita menyebut “Program KDMP gagal”, maka penilaian tersebut tidak tepat. Kita mengabaikan desa-desa lain yang programnya berjalan dengan baik.
Sebaliknya, apabila sebuah gedung telah selesai dibangun, namun di dalamnya tidak terdapat barang kebutuhan pokok dan tidak berjalan layanan simpan pinjam, maka kita juga tidak dapat menyebut “Program KDMP berhasil”.
Dengan demikian, proyek diukur dari sisi fisik, waktu, dan anggaran. Sedangkan Program diukur dari sisi dampak dan manfaat bagi masyarakat.
3. AJAKAN UNTUK MENGELOLA DENGAN BENAR
Kepada pemerintah: Pastikan PROYEK pembangunan 80.000 gedung berjalan sesuai jadwal, mutu, dan prinsip transparansi. Hindari praktik korupsi dan pemborosan anggaran

Kepada pengurus koperasi di desa: Jalankan PROGRAM KDMP secara profesional dan akuntabel. Jadikan koperasi sebagai milik bersama, bukan milik segelintir orang.
Kepada masyarakat: Berpartisipasilah. Awasi. Manfaatkan. Karena KDMP pada akhirnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat desa.
Seratus ribu gedung tanpa isi tidak akan memberi manfaat. Program yang baik tanpa sarana fisik juga tidak akan berjalan. Oleh karena itu, proyek dan program harus berjalan secara bersamaan.
PENUTUP
KDMP merupakan salah satu program prioritas dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini menjadi taruhan besar untuk menguatkan ekonomi dari tingkat desa.
Tugas kita bukan hanya memperdebatkan istilah. Tugas kita adalah memastikan bahwa proyek pembangunan selesai tepat waktu dan program KDMP memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jangan menyamakan gedung dengan program. Namun, jangan pula memisahkan keduanya.
Karena pada akhirnya, tujuannya tetap sama: Desa yang kuat, Indonesia yang sejahtera.
`Suara Rakyat, Cermin Istana.`
– http://IstanaNetizen.com –










