ISTANA NETIZEN.com, MANGGARAI TIMUR – Minggu, 23 Agustus 2026. Tepat hari ke-8 sejak Gempa 7,7 SR mengguncang Flores pada Sabtu pagi 15 Agustus 2026.
Getaran yang semula terasa berat dan panjang, kini mulai perlahan dan tenang. Namun semangat gotong royong untuk bangkit justru semakin kuat.
REFLEKSI 1 MINGGU: DARI GUNCANGAN KE PEMULIHAN
Delapan hari sudah para penyintas bertahan. Luka masih ada, duka masih terasa.
Tapi di tengah itu, bantuan terus mengalir. Tim Satgas, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah bahu membahu memulihkan layanan dasar.
Salah satu yang diprioritaskan adalah air bersih. Data Dinas PUPR Manggarai Timur mencatat 12 titik terdampak dengan 6.821 pelanggan. Dari jumlah itu, 3 titik sudah pulih dan 9 titik masih dalam proses penanganan.
GUBERNUR MELKI HADIR DI TENGAH PENGUNGSI
Sehari sebelumnya, Sabtu 22 Agustus 2026, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berkantor di Flores. Pihaknya langsung mengunjungi tenda pengungsian Waelengga, Kecamatan Kota Komba.
Mayoritas penghuni di sana adalah lanjut usia. Kebutuhan utama mereka: air dan bahan makanan.
Gubernur menyerahkan langsung sembako, terpal, air minum, dan tandon air. Sambil duduk bersama warga, Gubernur Melki menitipkan pesan:
_”Bapak, mama, tetap semangat. Kita hadapi ini bersama-sama. Pemerintah akan terus membantu.”_
Gubernur juga mengingatkan agar warga tidak terburu-buru pulang jika kondisi rumah masih berisiko, dan menunda perbaikan rumah.
Gubernur juga meneruskan pesan pemerintah pusat:
ada toleransi pelunasan bagi masyarakat yang punya pinjaman.
HARAPAN DI HARI KE-8

_”Nafas Ibu Bumi yang semula terasa bergetar sangat berat dan panjang, kini mulai perlahan dan tenang.”_
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa Flores sedang dalam proses penyembuhan.
Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen tetap hadir, terutama untuk kelompok rentan di pengungsian.
Mari terus doakan dan dukung Flores 💙
Reporter : Tim Istana Netizen.
Editor : AJ










