MANGGARAI TIMUR, IstanaNetizen.com – Memasuki hari ke-11 pascagempa bumi 15 Agustus 2026, Kabupaten Manggarai Timur masih dalam masa tanggap darurat. Data terbaru Posko Tanggap Darurat BPBD Matim per Rabu [26/8/2026] pukul 18.00 WITA mencatat 36 warga meninggal dunia.`
Selain korban jiwa, tercatat 643 warga luka-luka dengan rincian 404 luka ringan dan 239 luka berat. Sebanyak 303 ibu hamil juga masuk dalam data korban terdampak.
1. Data Korban dan Pengungsi
Elar menjadi kecamatan dengan jumlah korban terbanyak 187 orang. Disusul Lamba Leda Utara 132 orang. Untuk korban meninggal, Lamba Leda Utara tertinggi dengan 16 orang.
Jumlah pengungsi saat ini 31.372 orang. Sebanyak 80% pengungsi berada di 2 kecamatan: Sambi Rampas 13.564 orang dan Lamba Leda Utara 11.582 orang. Mayoritas warga mengungsi secara mandiri di 662 titik.
2. Kerusakan Infrastruktur Capai 23.500 Unit
BPBD mencatat total kerusakan infrastruktur 23.500 unit. Kerusakan didominasi rumah tinggal.
5 kecamatan terdampak terberat:
– Lamba Leda Utara`: 3.220 unit
– Lamba Leda Selatan`: 2.943 unit
– Lamba Leda Timur`: 2.261 unit
– Kota Komba`: 2.132 unit
– Elar Selatan`: 2.022 unit
Ratusan sekolah, puskesmas, jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya juga rusak.
3. Penanganan Hari ke-11: Logistik dan Santunan
Dinas Sosial Matim terus memperkuat penanganan. Sejak 21 Agustus, bantuan logistik dari Kemensos dan Komisi VIII DPR RI berupa beras, tenda, kasur sudah didistribusikan ke kecamatan terdampak.
Rabu ini Dinsos Matim menyalurkan santunan dari Kementerian Sosial kepada 11 keluarga korban meninggal. Masing-masing menerima Rp15 juta. Penyerahan dilakukan Bupati Agas Andreas di Posko Tanggap Bencana IKM.`

`”Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan memberikan dukungan kepada keluarga yang kehilangan,” kata Bupati Agas.`
Kadis Sosial Maria A.Y. Gagu menyebut penyaluran santunan masih berlanjut. Kendala utama adalah dokumen korban yang tertimbun reruntuhan. Dinsos berkoordinasi dengan Dukcapil dan PKH untuk percepatan.`
Pemkab Matim memprioritaskan penanganan di Lamba Leda Utara dan Sambi Rampas karena memiliki jumlah korban, pengungsi, dan kerusakan tertinggi.***
Reporter: Tim Redaksi Istana NetizenÂ
Editor: AJ










