ISTANA NETIZEN.com, MBAY – Ada benang merah panjang yang menghubungkan Mbay hari ini dengan Mbay 73 tahun lalu. Rabu [26/8/2026] dini hari, Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto tiba di Mbay, Ibu Kota Kabupaten Nagekeo. Tepat pada 25 April 1952, Wakil Presiden RI pertama Mohammad Hatta juga pernah menginjakkan kaki di tanah yang sama.`
Saat itu Mbay masih masuk wilayah administratif Kabupaten Ngada. Kunjungan Bung Hatta kala itu bukan tanpa alasan. Beliau melihat kesuburan tanah Mbay dan merancang kawasan ini menjadi pusat irigasi dan pertanian.
Hasilnya nyata. Selepas kunjungan tersebut, tiga suku besar Suku Dhawe, Lape, dan Nataia dengan ikhlas menyerahkan lahan adatnya. Dari sanalah lahir Kawasan Irigasi Mbay yang kini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di NTT.
`Status Mbay pun naik kelas. Setelah pemekaran Kabupaten Ngada tahun 2007/2008, Mbay resmi menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo.
Melompat ke 2026, Presiden Prabowo datang ke Mbay dengan agenda berbeda: meninjau penanganan bencana gempa dan memastikan bantuan sampai ke warga. Rapat koordinasi digelar di Batalyon 834 Wakanga Mere pukul 01.15 WITA, dilanjutkan dengan menyapa warga di posko pengungsi.
`”Pemerintah tidak akan meninggalkan warga NTT,” tegas Presiden Prabowo.`
Namun dibalik agenda kemanusiaan itu, ada agenda besar lain: Swasembada Pangan. Mbay adalah salah satu Kawasan Strategis Pangan Nasional. Menjaga Mbay saat bencana sama artinya menjaga ketahanan pangan NTT.

`“Dulu Bung Hatta meletakkan pondasi irigasi untuk kemandirian pangan. Hari ini Pak Prabowo datang merawat pondasi itu agar tidak roboh saat bencana,” kata seorang tokoh masyarakat Nagekeo.`
Dari Ngada ke Nagekeo. Dari Irigasi ke Swasembada Pangan. Dari Bung Hatta ke Presiden Prabowo. Mbay membuktikan dirinya tetap relevan sebagai jantung pertanian dan kemanusiaan di Flores Tengah.`
`Terima kasih para pemimpin bangsa 🌷🫶`
Reporter: Tim Redaksi Istana Netizen.
Editor : AJ










