NAGEKEO, IstanaNetizen.com – Setelah 11 hari gempa 15 Agustus 2026 mengguncang FLORES, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menginjakkan kaki di wilayah terdampak. Kunjungan pertama Presiden pascabencana itu dilakukan di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, Rabu [26/8/2026].
Kehadiran Presiden di hari ke-11 itu langsung melahirkan narasi baru. Untuk pertama kalinya, pusat kekuasaan RI berpindah sementara ke Kota Mbay. Buktinya viral di media sosial dengan poster: `BAPAK PRESIDEN RI KE-8 JENDERAL PRABOWO SUBIANTO BERKANTOR DI KOTA MBAY
Alasan Tahan 11 Hari: “Agar Penanganan Tidak Terganggu”`
Di Posko Batalion Teritorial Pembangunan Mbay, Prabowo blak-blakan soal alasan dirinya tidak datang di awal bencana.
`”Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi melayani rakyat langsung. Kadang-kadang kalau pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi,” tegas Prabowo.`
 `”Kalau kita datang, terus hanya lihat, tapi enggak bisa mengatasi, enggak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif,” lanjut Presiden.`
Meski tidak hadir fisik, Prabowo memastikan pemerintah pusat terus memantau dan mengerahkan bantuan sejak hari pertama. Data sementara hingga 25 Agustus 2026: 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan puluhan ribu mengungsi.
`Visual “Medan Perang” yang Menohok`
Poster yang diunggah Frans Mado menampilkan Presiden Prabowo dengan topi rimba berdiri di depan reruntuhan Kantor Bupati Nagekeo. Latar belakangnya peta Pulau Flores dengan titik MBAY dilingkari merah.
Kalimat paling keras terpampang di banner merah:
`MBAY MEDAN PERANG – PUSAT KOMANDO PEMULIHAN FLORES`
Pengunggah menulis tegas:
`“Hal ini membuktikan ke Publik Indonesia bahwa Poros JAKARTA – MBAY sangat nyata dan terbukti hari ini. Inilah cikal bakal Pembentukan PROVINSI KEPULAUAN FLORES di Indonesia.”`
`Tagihan Warga: “Kalau Berkantor Bisa, Kenapa Berprovinsi Tidak?”`
Narasi `“Jakarta sudah dekat”` langsung memantik diskusi pemekaran. Tagar `#PROVINSIKEPULAUANFLORES #kotambay #supportlocal` 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩 kembali trending di X dan Facebook.
Komentar netizen membanjiri:
`“Selama ini alasannya APBD, SDM, jarak. Sekarang Presiden sendiri yang buktikan bisa kerja dari Mbay. Alasan apa lagi?”`
 `”Ini bukan lagi wacana. Ini bukti lapangan. DPR tolong dengar!”`
`Rapat di Tenda dan Bola di Tangan DPR`
Rapat penanganan dipimpin langsung Prabowo di dalam tenda posko. Turut hadir jajaran:
– Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia
– Mendagri: Tito Karnavian
– Mensesneg: Prasetyo Hadi
– Kapolri: Jenderal Listyo Sigit Prabowo
– Panglima TNI: Jenderal Agus Subiyanto
– Kepala BNPB: Suharyanto
Agenda utama adalah percepatan distribusi bantuan Rp5,3 Triliun dan penanganan pengungsi di Flores.
Sebelumnya, Ketua Umum P4KF Adrianus Jehamat juga sudah menagih UU PKF langsung ke Presiden. Kini setelah Presiden membuktikan dengan “berkantor” di lokasi bencana, tekanan publik beralih ke Senayan.
Pertanyaannya kini satu:
Jika dalam keadaan darurat negara bisa hadir dan memimpin dari Mbay, maka dalam keadaan normal, kenapa pelayanan tidak bisa didekatkan lewat Provinsi Kepulauan Flores?
Warga 9 kabupaten di Flores-Lembata kini menunggu jawaban DPR RI.***
Reporter: Tim IstanaNetizen
Editor: YT










