MBAY, ISTANANETIZEN.COM — Visi besar Kabupaten Nagekeo untuk mengubah 8.000 hektar lahan tidur menjadi kawasan produktif kembali disuarakan. Warganet dari diaspora Flores di Australia, Frans Mado, mengingatkan pemerintah pusat agar menindaklanjuti komitmen ini.

Pengingat itu muncul setelah Kunjungan Kerja Presiden RI ke Mbay, Nagekeo pada Selasa [26/8/2026] lalu.
“Apakah 8.000 hektar lahan tidur bisa terwujud dan dikelola menjadi lahan produktif bagi rakyat di Kabupaten Nagekeo? Kita tunggu saja, bagaimana respon Pemerintah Pusat di Jakarta,” tulis Frans Mado di akun Facebook-nya, Jumat [4/9/2026].
“Kita bantu mengingatkan jika masih hangat dalam ingatan Pemerintah Pusat atas kunjungan kerja Bapak Presiden RI ke Mbay,” lanjutnya.
Visi “Nagekeo Bangkit”: Dari Lahan Tidur ke Lumbung Pangan
Berdasarkan infografis VISI NAGEKEO BANGKIT 2025-2030, 8.000 Ha lahan tidur yang tersebar di 7 kecamatan itu ditargetkan menjadi Lumbung Pangan & Energi Flores.
Program ini dibangun di atas 5 Pilar Pembangunan:
1. PERTANIAN: Bambu, Sorgum, Jagung, Kelor
2. PETERNAKAN: Pengembangan Peternakan Sapi Terpadu
3. ENERGI: PLTS & Energi Terbarukan
4. AIR: Bendungan & Irigasi Modern
5. INFRASTRUKTUR: Jalan, Gudang & Logistik
Fokus klaster pertaniannya ada pada 4 komoditas unggulan: Bambu untuk industri lestari dan biomass, Sorgum sebagai pangan kering tahan iklim, Jagung sebagai makanan pokok, dan Kelor sebagai superfood.
Tantangan di Tangan Jakarta
Wacana 8.000 Ha ini bukan hal baru. Namun realisasinya sangat bergantung pada dukungan anggaran dan kebijakan dari Pemerintah Pusat.
Jika terwujud, proyek ini bisa menjadi jawaban ketahanan pangan NTT sekaligus mengurangi impor pangan dari luar Flores.
Tagar yang digaungkan: #lahanproduktif #education #SupportLocal
Publik Nagekeo kini menunggu langkah nyata tindak lanjut dari Jakarta pasca kunjungan Presiden.
Reporter: Tim Redaksi Media Istana Netizen Com. Editor : AJ










