Beranda » Momen Langka 1 Juni 2026: Megawati dan Gibran Dampingi Prabowo di Upacara Hari Lahir Pancasila, Tokoh Sebut “Sinyal Rekonsiliasi”
ISTANA NETIZEN.com – Suasana peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 jadi sorotan publik. Presiden RI Prabowo Subianto tampak didampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upacara kenegaraan di Lapangan Monas, Jakarta.
Dilansir dari _CNN Indonesia_, Megawati yang juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam rangkaian acara. Kehadiran Megawati dan Gibran dalam satu barisan bersama Prabowo langsung menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Momen Berjalan Berdampingan Jadi Sorotan
Momen hangat terlihat usai upacara. Prabowo dan Megawati tampak berbincang akrab bahkan berjalan berdampingan menuju tenda VIP. Keduanya beberapa kali tersenyum dan mengangguk saat bertukar kata. Gibran yang berdiri di sisi kanan Prabowo juga sesekali ikut dalam obrolan.

Fotografer Istana mengabadikan ketiganya berdiri sejajar saat menyanyikan lagu _Garuda Pancasila_. Banyak warganet menilai pemandangan itu sebagai simbol persatuan dan kebersamaan para tokoh bangsa di momentum penting peringatan ideologi negara.
Pidato Prabowo: Pancasila Harus Dirasakan Rakyat
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila. Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Kemajuan bangsa tidak hanya terlihat dari angka statistik semata, tetapi benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tegas Prabowo di hadapan peserta upacara.
Prabowo juga menyinggung pentingnya gotong royong elite. “Pancasila mempersatukan kita. Beda pilihan politik itu biasa. Setelah kontestasi, kita kembali bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Reaksi Tokoh: “Pesan Kuat untuk Persatuan”
Momen kebersamaan itu langsung direspons sejumlah tokoh. Ketua MPR Ahmad Muzani menyebutnya “pesan kuat bahwa Pancasila di atas semua perbedaan”. “Bu Mega hadir sebagai negarawan. Ini teladan untuk kita semua,” kata Muzani.
Pengamat politik Universitas Indonesia, Ade Reza, menilai momen ini sebagai “sinyal rekonsiliasi tingkat tinggi”. “Publik butuh gestur seperti ini. Simbol itu penting untuk meredam polarisasi,” ujarnya ke https://istananetizen.com.
Sementara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf berharap kebersamaan itu tak berhenti di seremoni. “Pancasila harus hidup dalam kebijakan yang adil. Jangan hanya kompak di foto, tapi juga kompak bela rakyat kecil,” katanya.
Viral di Media Sosial
Tagar #PrabowoMegaGibran dan #PancasilaPemersatu langsung trending di X. Akun @politikupdate menulis, _“Langka banget lihat Bu Mega, Pak Prabowo, Mas Gibran satu frame begini. Adem liatnya.”_ Sementara @anakbangsa_id berkomentar, _“Semoga bukan cuma seremoni, tapi beneran kompak bangun bangsa.”_
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.