Beranda » The Economist Sebut Prabowo “Terlalu Boros dan Otoriter”, Istana Bantah Ada Intimidasi !
ISTANA NETIZEN.com – Media asal Inggris, _The Economist_, kembali menyoroti pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam artikel berjudul _“Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy”_, media tersebut menilai sejumlah kebijakan pemerintah berisiko terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
Sorotan itu diunggah Razem Ridwan Efendy melalui akun Facebook pribadinya, Senin 1 Juni 2026.

_The Economist_ bahkan menyebut Prabowo sebagai sosok yang “terlalu boros dan terlalu otoriter”.
_“Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian,”_ tulis media tersebut.
Sorotan The Economist: Fiskal hingga Peran Militer
Dalam ulasannya, _The Economist_ menyoroti beberapa poin. Pertama, belanja negara yang dinilai terlalu besar dan berisiko melemahkan disiplin fiskal. Kedua, meningkatnya campur tangan negara dalam ekonomi. Ketiga, menguatnya peran militer di ruang sipil. Keempat, oposisi politik yang disebut semakin melemah.
Media itu juga menilai sikap Prabowo kerap berubah-ubah. Di satu sisi, Prabowo disebut pernah menyampaikan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik.
_“Apakah saya benar-benar otoriter? Saya rasa tidak… Kritik itu baik,”_ ujar Prabowo seperti dikutip _The Economist_.
Namun di sisi lain, media itu juga menyoroti pernyataan keras Prabowo terkait pihak asing dan NGO. Prabowo disebut menuding ada pihak yang mendanai perpecahan di dalam negeri.
Istana: Tidak Ada Intimidasi, Kritik Tetap Dibuka
Sorotan media asing ini muncul di tengah perdebatan publik mengenai arah demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024.
Menanggapi hal itu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah adanya intimidasi terhadap kelompok kritis. Dudung menegaskan pemerintah tetap membuka ruang kritik bagi masyarakat.
“Tidak ada intimidasi. Presiden selalu menyampaikan kritik itu vitamin untuk pemerintahan. Ruang demokrasi tetap terjaga,” kata Dudung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait artikel _The Economist_ tersebut.***
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.