Beranda » KESAKSIAN AJUDAN TERAKHIR BUNG KARNO: DIUSIR DARI ISTANA HANYA BAWA BENDERA PUSAKA
ISTANA NETIZEN – Minggu 14 Juni 2026
KESAKSIAN AJUDAN TERAKHIR BUNG KARNO: DIUSIR DARI ISTANA HANYA BAWA BENDERA PUSAKA
Oleh :
Desas Desus Cerdas.

Ada kisah yang tidak diajarkan di buku sejarah sekolah. Kisah tentang bagaimana Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, meninggalkan Istana untuk terakhir kalinya. Bukan dengan upacara kenegaraan. Bukan dengan penghormatan militer. Tapi dengan dilarang masuk oleh petugas Korps Polisi Militer di depan gerbang istananya sendiri.
1. Kesaksian dari Sidarto Danusubroto
Kesaksian paling lengkap datang dari Sidarto Danusubroto, mantan ajudan Bung Karno yang mendampinginya hingga akhir hayat. Sidarto mengungkap kisah ini di program _Gapsol!_ http://Kompas.com, 27 Juni 2023.
2. Detik Pengusiran – Mei 1967
Secara _de jure_ Bung Karno masih Presiden. Secara _de facto_, kekuasaan sudah di tangan Soeharto sejak Supersemar 11 Maret 1966 & TAP MPRS.
Hari itu Sidarto baru mengantarkan Bung Karno makan sate di Cilincing, Jakarta Utara. Saat mau kembali ke Istana, mereka dilarang masuk CPM.
_”Saya antar Bung Karno makan sate di Tanjung Priok, lalu mau ke istana dilarang masuk oleh CPM waktu itu ya,”_ kata Sidarto.
Tidak ada kata keras. Tidak ada perlawanan. Orator paling lantang itu memilih diam.
Permintaannya cuma satu:
_”Tolong ambilkan bendera pusaka yang tersimpan di dalam Istana.”__”Dia hanya meminta ambil bendera pusaka, diambil dan dibawa ke Wisma Yaso. No single cents, tidak punya uang,”_ ujar Sidarto.
3. Tangan Hampa ke Wisma Yaso
Proklamator yang mendirikan negara ini berpindah ke Wisma Yaso, kini Museum Satria Mandala. Status: tahanan kota.
Tidak ada gaji. Tidak ada pensiun. Tidak ada tunjangan mantan presiden.
Sidarto yang masih muda tiba-tiba jadi sekretaris + pencari dana. Tapi pintu satu-satu ditutup. Orang dekat dulu, kini menjauh karena takut.
Sampai Tugimin, kepala rumah tangga Istana, berani kasih uang 10.000 dolar AS.
4. Uang di Kaleng Khong Guan
Tapi uang itu nggak bisa masuk. Setiap ke Wisma Yaso, Sidarto digeledah.
Akhirnya minta tolong Megawati Soekarnoputri. Uang dolar diselipkan di bawah roti dalam kaleng Khong Guan. Megawati yang bawa masuk melewati pemeriksaan.
_”Saya minta tolong Mega, ‘Mbak Mega, kalau saya digeledah’. Jadi ditaruh di bawah roti Khong Guan, kaleng ada rotinya di bawahnya dikasih uang dollar,”_ kenang Sidarto.
5. Senyap yang Menggerogoti
Di Wisma Yaso, Bung Karno tidak mengeluh. Tidak marah terbuka. Tapi Sidarto tahu: beliau kesepian. Orang-orang menjauh bukan karena benci, tapi karena takut. Kesepian itu menggerogoti lebih dalam dari sakit ginjalnya.
Mau berobat saja harus minta izin Pangdam Jaya. Resep dokter nggak pernah bisa ditebus.
21 Juni 1970, Bung Karno wafat.
Penutup
Ia membangun negara ini dari nol.
Ia meninggalkannya tanpa uang sepeser pun. Hanya dengan bendera pusaka di tangan.
Dalam senyap yang tidak layak diterima siapa pun yang sudah memberikan segalanya untuk bangsanya.***
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.