BOLENG, ISTANANETIZEN.COM – _Selasa, 1 September 2026_ – Di tengah keterbatasan pasca bencana, Kegiatan Belajar Mengajar di SDK Wangkung, Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT tetap berjalan.
Dari dokumentasi seorang warga /orangtua wali murid yang diterima redaksi Selasa pagi 1 September 2026,
Sejak pagi, puluhan siswa sudah duduk di meja-meja kayu panjang. Atap mereka hanya terpal hijau yang direntangkan dengan bambu. Lantainya tanah dan rumput kering. Latar belakangnya tebing yang terdampak gempa.
Dari dokumentasi seorang warga /orangtua wali murid yang diterima redaksi Selasa pagi 1 September 2026, terlihat suasana yang berbeda-beda, tapi semangatnya sama.
Ada siswa yang fokus membaca buku, ada yang menunjuk teks sambil membaca keras, ada pula yang menulis cepat di buku tulis. Di atas meja terlihat botol minum, tas, dan buku pelajaran yang dijaga baik-baik meski kondisinya sederhana.
Apa Itu Resiliensi Pendidikan?
Kondisi di SDK Wangkung hari ini adalah bukti nyata _resiliensi pendidikan_ – daya tahan sistem pendidikan saat menghadapi guncangan.
Resiliensi itu terlihat dari 3 hal:
1. Tahan Banting : Gedung boleh terdampak, tapi KBM tidak berhenti. Pindah ke tenda, belajar tetap jalan.
2. Cepat Beradaptasi: Guru, siswa, dan orang tua gotong royong menyiapkan kelas darurat dengan sarana seadanya.
3. Semangat Tidak Padam: Wajah anak-anak yang fokus dan tenang menunjukkan cita-cita mereka tidak ikut runtuh bersama gempa.
_”Gempa boleh merusak gedung. Tapi tidak akan merusak semangat belajar dan cita-cita kami,”_ begitu pesan yang tersirat dari kelas tenda ini.
Respon Cepat Camat Boleng
Menyusul pemberitaan SDK Wangkung yang dilansir Istana Netizen Com, Senin petang 31 Agustus 2026, Camat Boleng Yohanes Suhardin, S.Ptlangsung merespon.
Beberapa menit setelah berita tayang, Camat Yohanes menghubungi redaksi dan menyampaikan 4 poin penting terkait kebutuhan 7 guru dan 62 siswa di 6 rombongan belajar SDK Wangkung:
1. Ajukan Kebutuhan Secara Resmi
Kepala sekolah diminta mengidentifikasi kebutuhan riil seperti terpal dan perlengkapan KBM. Usulan resmi ditujukan kepada Bupati Manggarai Barat dengan tembusan Dinas PKO, BPBD, Camat Boleng, Kepala Desa Pota Wangka, dan pihak terkait.
2. Koordinasi Berjenjang untuk Sekolah Terdampak Lain
Seluruh SD dan SMP di 11 desa di Kecamatan Boleng yang terdampak diminta berkoordinasi melalui pemerintah desa dan kecamatan agar bisa ditindaklanjuti ke Pemkab.
3. Kantor Camat Terbuka untuk Konsultasi
Camat Boleng dan situasi KBM di Tenda darurat di halaman SDK Wangkung
_“Kantor Camat Boleng terbuka bagi seluruh komponen masyarakat lintas desa di Kecamatan Boleng untuk berkonsultasi dan koordinasi atas berbagai persoalan yang dialami untuk disikapi bersama sesuai kewenangan dan aturan yang ada,”_ tegasnya.
4. Koordinasi Dulu Jika Ingin Berbantuan
Pihak yang ingin membantu SDK Wangkung dan warga Boleng diminta berkoordinasi dulu dengan Kecamatan. Tujuannya agar bantuan terdistribusi tertib dan tidak tumpang tindih.
_“Kami para camat dilantik oleh Bupati untuk membantu melayani warga di wilayah kami masing-masing. Olehnya, kami membuka diri bagi siapa saja untuk selalu berkonsultasi dan berkoordinasi terkait berbagai persoalan yang dialami warga masyarakat termasuk dari komunitas pendidikan guna disikapi bersama,”_ ungkap Camat Boleng, Yohanes Suhardin, S.Pt, Senin malam 31 Agustus 2026.
Langkah cepat Camat Boleng ini menjadi angin segar bagi 62 siswa SDK Wangkung yang sejak 29 Agustus 2026 harus belajar di bawah 3 terpal seadanya pasca Gempa Flores M7,7.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SDK Wangkung belum merespon saat dikonfirmasi pihak Redaksi Istana Netizen Com tentang tanggapan Kepsek atas saran dari Camat Boleng.
Kebutuhan Mendesak SDK Wangkung Saat Ini
Agar KBM bisa berjalan lebih layak, sekolah sangat membutuhkan:
1. Buku paket dan LKS tambahan
2. Alat tulis lengkap: buku tulis, pulpen, pensil, penghapus
3. Tenda yang lebih kuat dan perbaikan gedung sekolah
Harapan
Warga dan para guru berharap bantuan segera datang dari pemerintah, donatur, dan masyarakat luas. Karena pendidikan anak-anak di daerah bencana adalah investasi masa depan Manggarai Barat.***
Penulis: Tim Redaksi Istana Netizen Com Editor: AJ