RUTENG, ISTANA NETIZEN.COM, Rabu 2 September 2026 — Dampak gempa bumi Flores memaksa Pemerintah Kabupaten Manggarai dan DPRD harus putar haluan. Anggaran 2026 yang sudah direncanakan ulang fokusnya untuk menyelamatkan dan memulihkan warga.

Kesepakatan itu diambil dalam `Sidang III DPRD Manggarai Tahun Dinas 2026` di Ruang Sidang Utama, Rabu sore (2/9/2026)
APBD Perubahan: Dari Rutin ke Darurat
Agenda utama sidang kali ini adalah pembahasan `KUA-PPAS Perubahan APBD 2026` dan `Raperda Perubahan APBD 2026`.
Wakil Ketua DPRD Manggarai, `Agnes Menot`, menegaskan postur anggaran baru harus tajam dan responsif.
`“Perubahan ini harus benar-benar menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Fokusnya di keselamatan, perlindungan, dan percepatan pemulihan,”` tegas Agnes.
Pesan senada disampaikan `Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu`. Ia menekankan bahwa bencana tidak boleh jadi alasan pelayanan publik terhenti.
`“Kita mungkin sedang berada di tengah badai, tetapi tidak boleh kehilangan arah. Dengan kerja bersama dan semangat pantang menyerah, kita yakin akan bangkit,”` ujar Fabianus.
3 Fokus Utama Perubahan Anggaran
Dari pembahasan sidang, ada 3 titik berat yang disepakati eksekutif dan legislatif untuk Perubahan APBD 2026:
1. Keselamatan Warga: Percepatan bantuan darurat dan hunian sementara
2. Perlindungan Sosial: Jaring pengaman bagi kelompok rentan terdampak gempa
3. Pemulihan Ekonomi: Menghidupkan kembali aktivitas warga di 12 kecamatan terdampak
Kedua pimpinan daerah sepakat memperkuat koordinasi dan semangat gotong royong agar roda pemerintahan tetap kokoh berjalan di tengah situasi darurat.
`“Roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak boleh berhenti sedetik pun,”` kunci Agnes Menot menutup sidangnya.
Reporter: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor: AJ










