Istananetizen Com, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026 — Program Koperasi Merah Putih yang masuk ke desa-desa kini menuai sorotan. Pengamat kebijakan publik Dr. Siprianus Edi Hardum, S.H.,MH., menyebut koperasi tersebut berpotensi menjadi “predator” bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah / UMKM di kampung.
Warung Tetangga Terancam Mati
Siprianus mengingatkan, salah satu imbauan Menteri Koperasi dan UMKM periode 2019-2024 Teten Masduki adalah memperbanyak koperasi sekaligus menjaga UMKM.
UMKM yang dimaksud adalah warung dan kios kecil di desa yang menjual kebutuhan pokok: gula, sabun, rokok, air galon, gas 3 kg, dan lainnya. Pelakunya mayoritas masyarakat kelas bawah, janda, dan ibu-ibu yang membantu ekonomi keluarga.

“Dulu ada kampanye ‘Belanja di Warung Tetangga’. Tujuannya jelas, menghidupi orang kecil dan sedikit menahan laju pasar modern seperti Alfamart dan Indomaret,” kata Siprianus dalam opininya, Sabtu 25 Juli 2026.
Koperasi Merah Putih Masuk, UMKM Terjepit
Masalah muncul ketika Koperasi Merah Putih mulai menyediakan barang yang sama dengan dagangan warung kecil.
“Kalau Koperasi Merah Putih menyediakan semua kebutuhan pokok seperti yang dijual warung-warung kecil tadi, maka keberadaan UMKM ini terancam,” ujarnya.
Bagi Siprianus, ini bukan lagi soal persaingan sehat.
“Kalau sampai ini terjadi, Koperasi Merah Putih sungguh jadi predator untuk warung-warung kecil. Dan tentu masyarakat akan rugi, dan ini benar-benar membunuh masyarakat.”
Jangan Ganti Ekosistem dengan Monopoli
Ia menekankan, koperasi seharusnya menguatkan UMKM, bukan mematikan. Warung desa punya fungsi sosial: dekat, ngetal, dan menghidupi tetangga.
“Jangan sampai niat baik membangun koperasi justru menggilas ekosistem ekonomi rakyat paling bawah,” tegas Siprianus.
Ia mendesak pemerintah mengevaluasi model Koperasi Merah Putih agar tidak bentrok langsung dengan dagangan UMKM. Skemanya harus kemitraan, bukan kompetisi mematikan.
Catatan Redaksi:
Opini diolah dari tulisan Siprianus Edi Hardum. Inti pesan: negara harus jaga keseimbangan. Program koperasi jangan sampai mematikan warung rakyat yang sudah jadi tulang punggung ekonomi desa.

_”Kalau sampai ini terjadi, Koperasi Merah Putih sungguh jadi predator untuk warung-warung kecil. Ini benar-benar membunuh masyarakat,” pungkas Siprianus Edi Hardum.
Reporter : AJ
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen.













