ISTANANETIZEN.COM, KUPANG – Ratusan warga dan petani rumput laut rela menunggu sejak pukul 06.00 WITA di Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat 31 Juli 2026.
Meski terik matahari menyengat, antusiasme mereka tidak luntur. Semua demi menyambut kedatangan Mantan Presiden RI, Joko Widodo.
Jokowi dijadwalkan tiba sore hari. Dan benar, ia baru menginjakkan kaki di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA.
Melihat warga sudah menunggu sejak pagi, pembawa acara meminta Jokowi berdialog sebentar. Jawaban Jokowi langsung memecah suasana.

“Saya datang ke Pantai Oesina sore hari. Kalau datang pagi hari ngapain? Memang janjiannya saya datang ke sini sore hari,” ujarnya sambil tersenyum dan bercanda. Gelak tawa hangat pun pecah dari warga yang hadir
Soroti Potensi Rumput Laut NTT Belum Maksimal
Dalam pertemuan itu, Jokowi langsung meninjau potensi pengembangan rumput laut di NTT.
Ia menilai wilayah ini punya peluang besar jadi sentra produksi nasional. Namun pengelolaannya masih jauh dari kata maksimal.
“Saya melihat potensi besar rumput laut ada di sini, tapi belum dikerjakan dengan baik. Rak jemuran pun masih sangat tradisional, hal inilah yang akan kita perbaiki,” kata Jokowi , dilansir astantt.com ,Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya ada 2 kunci utama agar petani sejahtera: bibit unggul dan kepastian pasar.

“Selama ini selalu kekurangan bibit yang berkualitas. Lalu kalau panen banyak, siapa yang mau membeli? Kalau menumpuk pasti harganya jatuh. Itulah yang ingin kita bantu selesaikan,” jelasnya.
Komitmen Lewat Yayasan: Dampingi dari Hulu ke Hilir
Jokowi menyatakan komitmennya melalui yayasan yang dibentuknya. Ia akan mendampingi petani mulai dari penyediaan bibit, bimbingan budidaya, hingga membantu pemasaran.
Program ini saat ini masih tahap uji coba. Pendistribusian bibit unggul direncanakan dilakukan bertahap mulai September 2026.
“Tujuan utamanya satu: agar hasilnya berkualitas, harganya layak, dan pada akhirnya taraf hidup masyarakat di sini makin baik,” pungkasnya.
Kehadiran Jokowi di Pantai Oesina memberi harapan baru bagi petani rumput laut NTT. Dari sekadar budidaya tradisional, kini diarahkan ke sistem yang lebih modern dan punya jaminan pasar.***
Reporter AJ
Editor : Tim Redaksi ISTANA http://NETIZEN.COM










