Istana Netizen.com, Lembor
– Beberapa jam setelah Menko PMK Pratikno memimpin Rakor Tanggap Darurat di Labuan Bajo, Minggu 16 Agustus 2026, suara dari pelosok mulai terdengar. Warga Lale, Desa Pondo, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan surat terbuka mendesak percepatan bantuan gempa M7,7 Flores.
Surat itu ditujukan kepada BNPB, Kemensos RI, Pemprov NTT, hingga Pemkab Manggarai Barat. Ditandatangani oleh perwakilan warga, Fransiskus Roden.
“Ribuan Warga Masih Tidur di Luar Rumah”
Dalam surat yang diterima redaksi IstanaNetizen.com, Fransiskus Rudem menggambarkan kondisi di Desa Pondo yang masih mencekam. Gempa susulan membuat warga takut masuk rumah.
“Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih diliputi ketidakpastian dan kecemasan yang mendalam. Ribuan warga, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya, masih harus bertahan di luar rumah,” tulisnya.
4 Tuntutan Mendesak Warga Lale
Perwakilan Warga Lale merinci 4 kebutuhan paling krusial saat ini:
1. Percepat Pendataan Transparan
Minta data kerusakan rumah “berat, sedang, ringan” segera rampung agar bantuan tepat sasaran.
2. Tenda & Huntara Segera Masuk
Mohon tenda darurat, terpal, selimut dan alas tidur didistribusikan ke titik pengungsian di Lale dan sekitarnya, termasuk yang mengungsi mandiri.
3. Logistik & Sembako Jangan Telat
Stok pangan mulai menipis. Mendesak penyaluran beras, air bersih, popok dan susu formula untuk bayi guna cegah krisis dan penyakit.
4. Posko Kesehatan Lapangan
Banyak warga luka ringan dan syok trauma. Minta posko kesehatan + obat-obatan ditempatkan di titik konsentrasi pengungsi Desa Pondo.
“Kecepatan Respons Negara Adalah Harapan Kami”

” Kami sangat memahami tantangan besar yang dihadapi pemerintah. Namun, kecepatan dan ketepatan respons dari negara adalah harapan utama bagi kami untuk bisa bangkit kembali dari musibah ini,” tegas Fransiskus Ruden, Perwakilan Warga Lale, Desa Pondo, Kec. Lembor, Kab. Manggarai Barat.
Surat ini keluar tak lama setelah pemerintah mengumumkan 2 Posko Nasional di Labuan Bajo dan Maumere. Warga Lale berharap posko itu bisa jadi jembatan cepat bantuan dari pusat sampai ke desa.
Gempa boleh meruntuhkan rumah. Tapi tidak boleh meruntuhkan harapan.
Kini bola ada di tangan pemerintah. Warga Lale menunggu: kapan data selesai, kapan bantuan tiba.
_Bumi berguncang. Rakyat bersuara._
Reporter: YT
Editor: AJ











