Istana Netizen.com, Jakarta –
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang perumahan terus dikebut. Per pertengahan Juni 2026, realisasi Program 3 Juta Rumah sudah tembus 324.213 unit di seluruh Indonesia.

Angka itu gabungan dari pembangunan rumah baru, rumah susun, hingga bedah rumah tidak layak huni. [Sumber: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman / Kementerian PKP, 13 Juni 2026]
CAPAIAN TERBARU: 324.213 UNIT
Data resmi Kementerian PKP per 13 Juni 2026 mencatat total 324.213 unit sudah terealisasi secara nasional. Kontribusi terbesar datang dari jalur pengembang dengan lebih dari 181 ribu unit. Sisanya dari program pemerintah dan skema renovasi. [Sumber: Kementerian PKP]
Walaupun sudah bergerak, target 3 juta unit masih jauh. Karena itu pemerintah mengejar percepatan. Salah satu akselerasinya adalah akad massal 62.000 unit KPR subsidi dan KUR perumahan yang digelar Juli 2026 di ratusan titik se-Indonesia. [Sumber: Kementerian PKP]
TARGET 2026: 350 RIBU RUMAH SUBSIDI + 400 RIBU BEDAH RUMAH
Pemerintah memecah target jadi beberapa jalur:
1. Rumah Subsidi FLPP: Target 350.000 unit untuk 2026. Suku bunga tetap dikunci 5% flat sampai lunas meskipun BI Rate berubah. [Sumber: Kementerian PKP]
2. Bedah Rumah: Target 400.000 unit rumah tidak layak huni diperbaiki agar lebih aman dan sehat. [Sumber: Kementerian PKP]
3. *Rumah Susun*: Mulai didorong di kawasan strategis dan padat seperti di Meikarta, Bekasi. Tujuannya efisiensi lahan di perkotaan. [Sumber: Kementerian PKP]
Hingga 22 Juni 2026, *BP Tapera* mencatat sudah menyalurkan FLPP untuk *80.528 unit* dengan nilai pembiayaan sekitar *Rp10 triliun*, didukung ribuan pengembang dan puluhan bank penyalur. [Sumber: BP Tapera, 22 Juni 2026]
SIAPA YANG BISA MENDAPATKAN?
Banyak yang tanya, apa bedanya “rumah subsidi” dan “bedah rumah”? Ini penjelasannya berdasarkan skema Kementerian PKP:
1. Sasaran Rumah Subsidi & Rusun
Ditujukan untuk *MBR – Masyarakat Berpenghasilan Rendah* yang belum punya rumah. Bisa lewat KPR subsidi dengan cicilan terjangkau. Termasuk pekerja informal. [Sumber: Kementerian PKP]
2. Sasaran Bedah Rumah
Untuk keluarga yang SUDAH punya rumah, tapi kondisinya tidak layak huni. Tujuannya direnovasi agar layak dan aman. [Sumber: Kementerian PKP]
Catatan: Syarat setiap skema berbeda. Masyarakat diminta cek kanal resmi pemerintah dan BP Tapera agar tidak salah informasi. [Sumber: BP Tapera]
PEMERINTAH GANDENG BANYAK PIHAK
Program ini melibatkan Pemda, pengembang, bank penyalur, BP Tapera, BPKP, dan swasta.
*BPKP* ditugaskan mendampingi dan mengawal pelaksanaan agar anggaran tepat sasaran, terutama untuk MBR dan pekerja informal. [Sumber: BPKP]
Pemerintah juga memanfaatkan aset negara dan tanah menganggur agar harga rumah bisa lebih murah. [Sumber: Kementerian PKP]
Presiden Prabowo juga membentuk *BP3R – Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat* untuk memotong birokrasi dan mempercepat pembangunan. [Sumber: Kementerian PKP]
TANTANGAN MASIH BESAR
Dengan capaian 324 ribu unit, jalan menuju 3 juta masih panjang. Tantangan utama: lahan, perizinan, infrastruktur, dan memastikan rumah dibangun di lokasi yang benar-benar dibutuhkan. [Analisis: Kementerian PKP]
Tapi dampaknya luas. Selain sediakan hunian layak, program ini juga menggerakkan sektor konstruksi, bahan bangunan, dan lapangan kerja. [Analisis: Kementerian PKP]
Reporter: Tim IstanaNetizen
Editor: AJ











