ISTANA NETIZEN.com, RUTENG – Bupati Manggarai Herybertus Nabit akhirnya angkat bicara soal penanganan gempa M7.7 di wilayahnya. Dalam konferensi pers Rabu, 20 Agustus 2026, ia memaparkan data korban terbaru sekaligus meluruskan isu panas soal anggaran Rp 44 miliar.
Data Terbaru: 28 Meninggal, 136 Luka-luka
Bupati mengonfirmasi jumlah korban meninggal di Kabupaten Manggarai bertambah menjadi 28 orang.
Rinciannya: 24 orang meninggal tertimpa reruntuhan, baik di lokasi kejadian maupun saat dirawat karena keterbatasan fasilitas.
Korban luka juga signifikan: 32 luka berat dan 104 luka ringan. Semua masih dalam perawatan.
Dampak ke fasilitas kesehatan juga parah. 25 unit Puskesmas rusak. Pelayanan sementara dialihkan ke halaman puskesmas.
Untuk darurat, Pemkab bersama Kemenkes dan Kemenko PMK sudah mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan di Stadion Golo Dukal. RS lapangan ini sudah lakukan operasi bedah dan ditargetkan selesai migrasi alat dari RSU Ruteng pada Jumat ini.
Klarifikasi Isu Rp 44 Miliar: Itu Dana Gaji PPPK
Yang paling disorot Bupati adalah isu dana Rp 44 miliar dari Pusat untuk bencana.
Herybertus tegas meluruskan.
Dana Rp44 miliar itu sebenarnya DAU Tambahan yang turun 2 minggu lalu untuk gaji PPPK. Bukan khusus dana bencana,” ujarnya.
Namun atas arahan Menteri Keuangan, sisa DAU yang belum terpakai boleh dipakai sementara untuk menutup kekurangan Belanja Tidak Terduga/BTT APBD dalam penanganan gempa.
Logistik Jalan: 37 Ton Beras Sudah Turun
Soal bantuan, Pemkab sudah siapkan 2 posko utama: Posko Ruteng dan Posko Wilayah Utara di Reo. Enam kecamatan utara jadi prioritas karena dampak terparah: Reo, Reo Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i, dan Rahu Utara.
Update distribusi:
1. 31 ton beras + sembako mi instan, telur, air mineral, susu balita sudah disalurkan ke 11 kecamatan
2. Tambahan 50 ton beras mulai didistribusikan hari ini
3. Dari 5.000 paket sembako Bantuan Presiden 4.500 paket sudah sampai. Sisanya dikebut hari ini
Bupati juga minta warga di jalur nasional Ruteng-Reo tidak menghadang truk logistik. “Logistik Posko Reo untuk seluruh wilayah utara, bukan hanya Kecamatan Reo,” tegasnya.
Imbauan: Waspada Hoaks Gempa Susulan
Bupati mengutip BMKG: gempa susulan masih berpotensi 3-4 minggu ke depan sampai kondisi tektonik stabil.

“Ini bukan untuk memicu panik, tapi agar tetap waspada. Yang bilang bisa prediksi jam/tanggal gempa susulan itu hoaks. Gempa tidak bisa diprediksi,” tegas Herybertus.
Ia juga mengapresiasi kerja ASN, TNI, Polri, relawan dan NGO. Serta menyebut DPR RI Komisi XI sedang perjuangkan relaksasi kredit warga terdampak lewat OJK.
“Bertahan, bergotong royong. Mari perlahan kita bangkit dan pulihkan ekonomi,” tutup Bupati.***
Reporter: Tim IstanaNetizen Ruteng
Editor: AJ











