ISTANA NETIZEN.com, MANGGARAI BARAT – Yohanes Suhardi, S.Pt, Camat Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Flores -NTT mengeluhkan penyaluran bantuan untuk warga terdampak Gempa Flores di wilayahnya yang tidak melalui koordinasi pemerintah kecamatan.
Akibatnya terjadi pendobelan bantuan kepada oknum warga yang sama, sementara warga lain di 11 desa hingga kini belum tersentuh bantuan.
Keluhan itu disampaikan Camat Boleng yang akrab disapa John melalui telepon langsung ke Redaksi Istana Netizen, Sabtu pagi 22 Agustus 2026.
PENDOBELAN BANTUAN PICU KECEMBURUAN SOSIAL
Camat John mengaku prihatin dengan bantuan yang datang dari sejumlah pihak, termasuk tiga partai politik yang masuk ke Kecamatan Boleng pada Rabu 19 Agustus dan Kamis 20 Agustus 2026.

“Saya prihatin dengan bantuan dari sejumlah pihak termasuk dari tiga parpol yang datang ke wilayah Kecamatan Boleng, tidak berkoordinasi dulu dengan kami di Kecamatan,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap bantuan yang masuk ke Kecamatan Boleng, berapa pun jumlah dan bentuknya, perlu dikoordinasikan terlebih dahulu.
“Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih dan pendobelan bantuan untuk warga yang sama. Sementara masih banyak warga di 11 desa lainnya yang butuh bantuan tapi belum tersentuh hingga saat ini,” tegasnya dengan nada kesal.
Ia menyebut pendobelan itu memicu kecemburuan sosial di masyarakat.
“Yang lain dapat, yang lain tidak. Padahal yang terdampak bencana ini bukan hanya segelintir orang tapi hampir menyeluruh,” ujarnya.
JADIKAN NASDEM SEBAGAI MODEL
Camat John justru mengapresiasi bantuan dari Partai NasDem yang datang Jumat 21 Agustus 2026.
“Kemarin hari Jumat dari Partai NasDem bagus. Mereka datang bawa bantuan beras 1 ton, telur 6 ikat , Susu 2 dos dan Indomie 10 dus. Mereka bertemu dengan kami,” tuturnya dengan nada ringan.
Ia berharap NasDem bisa menjadi model bagi pihak manapun termasuk partai politik lain yang ingin menyalurkan bantuan.
KOORDINASI KUNCI PENYALURAN TEPAT SASARAN
Menurut Camat Boleng, penyaluran bantuan akan lebih teratur dan tepat sasaran jika diatur bersama oleh Pemerintah Kecamatan dan Desa.
“Sebab yang paling tahu dan sangat mengenal keadaan dan situasi warga masyarakat adalah pihak Kecamatan dan Desa. Tidak akan terjadi tumpang tindih dan pendobelan bantuan jika dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kami di kecamatan untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak pemerintah desa,” jelasnya.
Keluhan Camat Boleng ini menjadi cerminan betapa pentingnya koordinasi lintas pihak dalam penyaluran bantuan agar lebih teratur, tepat sasaran, dan merata bagi seluruh warga terdampak gempa.****
Reporter : Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com
Editor : AJ










