ISTANA NETIZEN.com, MANGGARAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Sekretaris Daerah akhirnya memberikan klarifikasi terkait video yang memperlihatkan adu argumen antara Camat Lamba Leda Utara, Agus Suparman, dengan petugas BNPB di Posko Penanganan Bencana, Jumat 21 Agustus 2026.
Dalam siaran pers yang disampaikan, Pemkab Matim menyebut peristiwa itu sebagai “persoalan komunikasi dan koordinasi yang belum berjalan optimal”.

ISI KLARIFIKASI RESMI
Sekda dalam keterangannya menyampaikan beberapa poin penting:
1. Bukan Pertentangan: “Peristiwa tersebut tidak ingin ditafsirkan sebagai pertentangan antarpihak. Dinamika cepat, tekanan, dan keterbatasan informasi dalam situasi tanggap darurat dapat memicu gesekan.”
2. Fokus ke Masyarakat: “Yang penting bukan memperbesar persoalan, tetapi memperkuat koordinasi agar pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif.”
3. Saling Menghormati Peran: “Camat memiliki tanggung jawab pelayanan masyarakat, sementara unsur lain juga memiliki peran penting dalam sistem penanggulangan bencana.”
4. Imbauan ke Publik: “Masyarakat diimbau agar tidak memperkeruh situasi dengan informasi yang belum terverifikasi. Kita sedang berdiri di sisi yang sama, di sisi masyarakat korban bencana.”
KONTEKS DI BALIK KLARIFIKASI
Video tersebut viral setelah sebelumnya muncul keluhan warga Lamba Leda Utara terkait distribusi bantuan gempa Flores M7,7. Camat Agus Suparman yang membawahi 11 desa, mempertanyakan pemerataan bantuan di posko.
Hingga saat ini distribusi bantuan masih terus dilakukan di wilayah terdampak. Pemerintah daerah berharap semua pihak dapat bekerja sama dan mengedepankan koordinasi.
_Reporter : Tim Redaksi http://IstanaNetizen.com_
Editor : AJ










