ISTANA NETIZEN.com, BORONG – Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur merilis update data korban dampak gempa 7,7 SR. Hingga *Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 12.00 WITA*, total korban jiwa tercatat 30 orang.
Data tersebut mencakup 12 kecamatan terdampak di wilayah Manggarai Timur. Dari jumlah tersebut, 643 orang mengalami luka dengan rincian 404 orang luka ringan dan 239 orang luka berat.
3 KECAMATAN DENGAN KORBAN TERTINGGI
Berdasarkan data BPBD Matim, 3 kecamatan dengan total korban terbanyak adalah:

1. Kecamatan Elar: 187 orang
Rincian: Luka Ringan 115, Luka Berat 42, Meninggal 1
2. Kecamatan Lamba Leda Utara. 133 orang
Rincian: Luka Ringan 76, Luka Berat 29, Meninggal 15
3. Kecamatan Borong: 128 orang
Rincian: Luka Ringan 30, Luka Berat 47, Meninggal 0
Selain itu, tercatat juga 324 Ibu Hamil yang menjadi korban terdampak dan membutuhkan penanganan khusus di posko-posko pengungsian.
SEBARAN KORBAN PER KECAMATAN
– Lamba Leda Selatan: 110 orang | Meninggal 3
– Sambi Rampas: 94 orang | Meninggal 6
– Lamba Leda: 93 orang | Meninggal 3
– Lamba Leda Timur: 76 orang | Meninggal 0
– Congkar: 56 orang | Meninggal 0
– Rana Mese: 51 orang | Meninggal 0
– Kota Komba: 37 orang | Meninggal 2
– Kota Komba Utara: 31 orang | Meninggal 0
– Elar Selatan: 18 orang | Meninggal 0
Total akumulasi korban di seluruh Matim: 973 orang terdampak langsung.
UPAYA PENANGANAN LANJUT
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Posko Tanggap Darurat terus melakukan pendataan, evakuasi, dan penyaluran bantuan. Fokus penanganan saat ini diarahkan ke kecamatan dengan angka meninggal dan luka berat tertinggi, yakni Lamba Leda Utara, Sambi Rampas, dan Elar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan memanfaatkan posko kesehatan yang telah dibuka di setiap kecamatan.
_Update data: Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur_
Reporter : Tim Redaksi
ISTANA NETIZEN.com
Editor : AJ










