ISTANA NETIZEN.com, FLORES – Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA meninggalkan keheranan di kalangan ahli geologi. Dengan kedalaman hanya 10 kilometer, gempa dahsyat itu justru tidak memicu tsunami dan korban jiwanya jauh lebih sedikit dibanding bencana serupa di daerah lain.
Hingga kini data sementara menunjukkan korban jiwa akibat Gempa Flores tidak sampai 100 orang. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan gempa Aceh 2004 berkekuatan 9,1 SR yang menewaskan ratusan ribu orang karena tsunami, gempa Palu 2018 berkekuatan 7,4 SR dengan korban 5 ribu orang, dan gempa Lombok 2018 berkekuatan 6,9 SR yang menewaskan 500 orang.
“FLORES MESTI BERSYUKUR PADA TUHAN”
Bagi masyarakat Flores yang mayoritas Katolik, minimnya korban dan tidak terjadinya tsunami adalah bentuk penyertaan Tuhan.

“Flores mesti bersyukur pada Tuhan. Gempa dasyat tapi korban jiwa tidak sampai 100 orang.”
Saya meyakini ini adalah bentuk Kuasa dan Kasih-Nya.
“Tuhan Yesus dan Bunda Maria melindungi umat Flores yang selama ini setia berdevosi kepada-Nya. Korban jiwa tidak banyak, kerusakan rumah tidak terlalu banyak seperti kejadian gempa di daerah lainnya dan gelombang tsunami diredakannya.”
MUKJIZAT DI HARI KENAIKAN BUNDA MARIA
Gempa yang terjadi tepat di hari peringatan Kenaikan Bunda Maria ke Surga itu saya anggap sebagai penanda iman.
“Ada satu penanda lagi yakni gempa bumi dahsyat ini terjadi di hari peringatan Kenaikan Bunda Maria ke Surga. Mungkin ini pertanda bahwa Bunda Maria mau menunjukkan perlindungannya, belaskasihnya kepada kita anak-anaknya.”
Keyakinan itu semakin kuat karena sejumlah patung Tuhan Yesus dan Bunda Maria ditemukan tetap utuh, meski gua-gua dan rumah warga di sekitarnya mengalami kerusakan.
“Patung Yesus dan Bunda Maria yang tetap utuh menandakan bahwa mukjizat itu nyata dalam perlindungan Bunda Maria.”
WAKTU GEMPA JADI FAKTOR PENYELAMAT
Selain faktor iman, waktu kejadian pukul 06.00 pagi juga menyelamatkan banyak nyawa. Saat itu masyarakat Flores sudah mulai beraktivitas di luar rumah.
“Seandainya terjadi di malam hari maka korbannya pasti akan banyak sekali.”
Hingga kini tingkat kerusakan rumah dan bangunan di Flores juga tergolong minim jika dibandingkan kerusakan masif saat gempa di Palu dan Lombok.
RENUNGAN BENCANA
Bagi kami umat di Flores, Gempa 7,7 SR ini menjadi pengingat untuk tidak melupakan iman dan devosi.
“Ini isyarat dari Bunda Maria bahwa masyarakat Flores jangan melupakan Bunda Maria. Ketika kita berlindung kepada seorang ibu maka ibu akan menjaga dan menolong kita dari bahaya besar.”
Di tengah duka, Flores memilih bersyukur. Karena di tengah guncangan besar, kasih dan perlindungan Tuhan tetap nyata.***
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen










