ISTANA NETIZEN.com, LABUAN BAJO –Tak menunggu di kantor, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memilih berkantor sementara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jum’at 21 Agustus 2026.
Langkah ini diambil agar penanganan gempa 7,7 SR di Flores bisa lebih cepat, terpadu, dan langsung menyentuh korban.
Turun ke Posko, Dengar Langsung Keluhan Warga
Sehari sebelumnya, Kamis (20/8/2026), Gubernur Melki sudah lebih dulu meninjau Posko Dampek, Kec. Lambaleda Utara, Kab. Manggarai Timur Di sana ia bertemu penyintas, mendengar kebutuhan mendesak, dan memastikan distribusi bantuan tanggap darurat berjalan.
Terhitung sejak Jumat (21/8/2026) giliran Labuan Bajo jadi “kantor darurat” Gubernur. Dari sini, Gubernur Melki dijadwalkan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah titik terdampak di Manggarai Timur. Lokasinya: Posko Dampek, Posko Desa Waso, Posko Golo Conggo, Posko Sambi Rampas, hingga SMAN 2 Sambi Rampas.

“Kami tidak mau penanganan hanya sebatas rapat dan laporan. Harus lihat langsung kondisi di lapangan,” tegas Gubernur Melki.
Rapat dengan Menteri: Data Rumah Harus Update Terus
Malam Kamis (20/8/2026), Gubernur Melki juga ikut rapat zoom bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan Maruarar Sirait
Dalam rapat itu Melki menyoroti data kerusakan rumah yang terus berubah karena gempa susulan.
“Khusus untuk rumah, data berpotensi bertambah. Banyak yang awalnya rusak ringan sekarang jadi rusak berat, bahkan nyaris tidak bisa dipakai,” kata Melki.
Ia meminta pendataan dilakukan berjenjang dan diperbarui terus agar bantuan tepat sasaran.
Mendagri Tito mengusulkan skema gotong royong untuk percepatan perbaikan rumah. Sementara Menteri Maruarar mendorong percepatan Program BSPS/Bedah Rumah yang ditargetkan 14 ribu unit di seluruh NTT. Ia menekankan pentingnya data by name by address.
Prioritas: Tanggap Darurat dan Pemulihan
Bagi Pemprov NTT, “ngantor” sementara di Labuan Bajo adalah bukti keseriusan. Gubernur Melki memastikan pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan kabupaten, memperbarui data, dan mengawal agar dukungan pusat segera jadi bantuan nyata.
“Penanganan gempa Flores tetap jadi prioritas utama kami. Baik di masa tanggap darurat maupun saat masuk tahap rehabilitasi dan pemulihan,” tutupnya.***
MEDIA ISTANA http://NETIZEN.COM
Reporter: Tim Redaksi_
Editor: AJ










