ISTANA NETIZEN.com, MANGGARAI – Gempa 7,7 SR di Flores, Sabtu 15 Agustus 2026, tidak hanya merusak fisik gedung. Dampak ekonominya juga langsung dirasakan para pengelola sekolah.
Senin siang (24/8/2026), Suster Mery dari Kongregasi Suster-Suster Bunda Berdukacita Pelayan Maria Dari Pisa – SASMP menghubungi Redaksi Istana Netizen seraya mengabarkan kondisi darurat di PAUD dan SD Santa Juliana, Jalan Liang Buo, Kel. Pau, Kec. Langke Rembong, Kab. Manggarai.
Gedung Rusak Total, 50 Murid Diliburkan
Menurut Suster Mery, gedung sekolah di lantai 1 dan lantai 2 mengalami rusak berat. Dinding retak, tiang beton jebol, dan puing berserakan membuat seluruh ruang kelas tidak bisa digunakan.

“Saat ini kegiatan belajar mengajar kami liburkan dulu. Ada 50 murid PAUD dan SD yang tidak bisa sekolah. Kami belum tahu kapan bisa mulai lagi karena gedungnya tidak aman,” ujarnya.
Ketiadaan Sumber Penghasilan, Para Suster Kesulitan Sembako
Yang lebih memprihatinkan, sumber penghasilan yayasan lumpuh total.
“Selama ini sumber penghasilan kami dari jasa orangtua murid. Sekarang sekolah rusak dan diliburkan, praktis kami ketiadaan sumber penerimaan,” jelas Suster Mery dengan suara lirih.
Akibatnya, para suster kesulitan menyediakan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sampai hari ini belum ada bantuan yang datang dari Pemerintah Kabupaten Manggarai maupun jajaran terkait. Kami benar-benar butuh uluran tangan untuk bisa menyambung hidup,” tambahnya.
Butuh Bantuan Darurat
Pihak susteran menyampaikan permohonan bantuan mendesak berupa:
tenda darurat, selimut, terpal, dan bahan makanan/sembako bagi para suster.
Redaksi ISTANETIZEN.COM mengimbau / mengusulkan Pemkab Manggarai agar segera memasukkan PAUD & SD Santa Juliana dalam daftar prioritas verifikasi dan penyaluran bantuan pascagempa.
Bagi masyarakat/dermawan yang ingin membantu, dapat berkoordinasi langsung ke PAUD & SD Santa Juliana, Jalan Liang Buo, Kel. Pau, Kec. Langke Rembong, Kab. Manggarai, NTT.***
Reporter: Tim Media Istana Netizen
Editor: AJ










