ISTANA NANETIZEN.com, MAUMERE – Kabar baik datang untuk warga Pulau Flores. Pasca gempa 15 Agustus 2026, sedikitnya 1.500 unit rumah akan segera dibangun dan diperbaiki untuk korban terdampak.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan besar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PKP, Yayasan Buddha Suci, dan bantuan pribadi Maruarar Sirait.
Apresiasi itu disampaikan saat Gubernur Melki meninjau wilayah terdampak di Flores, Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026. Rute peninjauan: Manggarai Raya, Ngada, Nagekeo, Ende hingga Sikka.
BREAKDOWN 1.500 RUMAH
1. 1.000 Rumah – Komitmen Kementerian Perumahan & Kawasan Permukiman (PKP) untuk 3 kabupaten terdampak berat: Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo Kabupaten lain menyusul tahap berikutnya.
2. 500 Rumah Baru – Komitmen Yayasan Buddha Suci yang sebelumnya juga aktif di bencana Sumatera.
3. Rp 5 Miliar – Bantuan pribadi Maruarar Sirait untuk membangun rumah tambahan di luar program 1.000 rumah dari Pusat.

“Atas nama 3 Bupati dan seluruh warga terdampak, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP, Yayasan Buddha Suci, dan Pak Maruarar Sirait,” kata Gubernur Melki.
FOKUS PENANGANAN: RUMAH LAYAK HUNI
Menurut Gubernur, hunian adalah kebutuhan paling mendesak. Penanganan tidak hanya bangun baru, tapi juga perbaiki rumah yang masih bisa diselamatkan agar warga cepat punya tempat tinggal layak dan aman jangka panjang.
Komitmen ini merupakan tindak lanjut rapat 20 Agustus 2026 bersama Menteri PKP, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Bupati Manggarai Heri Nabit, Bupati Manggarai Timur Andre Agas, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.
“Semoga koordinasi ini segera jadi pondasi dan tembok di lapangan. Agar saudara-saudara kita bisa segera pulang ke rumah,” tutup Gubernur Melki.
Reporter : YT
Editor : AJ










