ISTANANTIZEN.com, FLORES – Sepekan pasca gempa M7.7 di Flores 15 Agustus 2026, data kerusakan terus bertambah. Tapi di saat yang sama, dukungan dan aksi nyata pemerintah juga makin masif.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sepekan ini “berkantor” langsung di Flores. Dari peninjauan wilayah terdampak hingga rapat dengan Menteri PU dan Bupati, semua dikejar agar pemulihan berjalan cepat.
Hasil rapat di Posko Tanggap Darurat Sikka bersama Menteri PU Dody Hanggodo dan Bupati Juventus Prima Yoris Kago:
– 3.942 rumah warga rusak: 854 rusak berat, 824 rusak sedang, 2.264 rusak ringan
– Fasilitas rusak: Sekolah, Puskesmas, kantor, rumah ibadah, air bersih, jalan, jembatan
– Dampak luas: 21 kecamatan, sekitar 352.000 jiwa terdampak
– Khusus Palue: Bak air hujan banyak retak. Kebutuhan air bersih mendesak.
2. 3 Kabupaten Terdampak Berat
Berdasarkan rapat 20 Agustus dengan Kementerian PKP: Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo jadi prioritas utama karena kerusakan terparah.
BAGIAN 2: SOLUSI & BANTUAN YANG SUDAH DIKUNCI
1. BANTUAN HUNIAN: TARGET 1.500 RUMAH
– 1.000 Rumah dari Kementerian PKP untuk Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo
– 500 Rumah dari Yayasan Buddha Suci
– Rp5 Miliar dari Maruarar Sirait untuk rumah tambahan di luar program pemerintah
– Hunian Sementara: Gubernur dorong percepatan pembangunan huntara di Sikka agar warga tidak lama di tenda
2. INFRASTRUKTUR: RP910 MILIAR DIGELONTORKAN
Kementerian PU siapkan dana besar:
– Rp 810 Miliar untuk rehabilitasi 155 KM jalan. Fokus: Jalur vital Nagekeo – Ende – Sikka di Flores Utara
– Rp100 Miliar untuk penanganan tanggap darurat
3. AKSI CEPAT LAINNYA
Percepatan Asesmen: Libatkan tenaga ahli, mahasiswa, dan relawan terlatih untuk cek rumah, sekolah, dan kantor
– Air Bersih: Distribusi diperkuat untuk wilayah yang bak airnya rusak
PERNYATAAN GUBERNUR MELKI
Gambar hanya ilustrasi versi Media Istana Netizen
“Penanganan ini harus cepat, tepat dan terkoordinasi. Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga, membuka kembali akses yang terganggu, memenuhi kebutuhan dasar, serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Flores,” kata Gubernur Melki.
Beliau juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat, Yayasan Buddha Suci, dan Maruarar Sirait.
“Semoga keluarga kita segera punya rumah layak huni yang aman untuk jangka panjang,” ujarnya.***